Breaking News:

Vandalisme

MPU Aceh Tamiang Kecam Pelaku Vandalisme di Masjid Besar Al-Huda

Begitupun, Sahrizal berharap polisi bisa bertindak cepat menangkap pelaku karena kasus ini menjadi preseden buruk terhadap kerukunan umat beragama di

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang mengecam tindakan vandalisme di Masjid Besar Al-Huda, Karangbaru, Aceh Tamiang.

Tindakan pelaku yang mencoret dinding masjid dengan kalimat kotor dan hinaan dinilai telah merusak kenyamanan beribadah di masjid bersejarah itu.

“Kami mengecam, tulisan yang ditinggalkan pelaku membuat kita tidak nyaman,” kata Ketua MPU Aceh Tamiang, Sahrizal Darwis, Kamis (29/7/2021).

Senada dengan imbauan yang disampaikan Kapolsek Karangbaru AKP Yozana Fajri, Sahrizal juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu negatif.

Sebab menurut amatannya, tulisan yang dibuat pelaku bukan ditujukan untuk umat Islam, melainkan untuk seseorang secara pribadi.

Dukung Polisi Usut Vandalisme di Masjid'> Vandalisme di Masjid, DPRA Rencana Turun ke Aceh Tamiang

“Kami melihatnya ini bukan persoalan agama, sepertinya persoalan pribadi,” kata dia.

Begitupun, Sahrizal berharap polisi bisa bertindak cepat menangkap pelaku karena kasus ini menjadi preseden buruk terhadap kerukunan umat beragama di Aceh Tamiang.

“Ini kasus pertama, sebelumnya tidak pernah masjid dicoreti dengan kata-kata kotor seperti itu. Harus ada sanksi tegas biar tidak terulang,” tegasnya.

Aksi vandalisme berupa coretan tulisan hinaan ditemukan di sejumlah dinding Masjid Besar Al Huda, Karangbaru, Aceh Tamiang, Rabu (28/7/2021).

Fakta Pelaku Vandalisme Mushala Darussalam, Depresi hingga Dikucilkan, Dulu Rajin Beribadah

Kalimat hinaan yang ditulis menggunakan spidol hitam ini ditemukan pada lima bagian masjid, misalnya di spanduk tanda parker jamaah, pintu ruang BKM, dinding sisi kanan serta pintu masuk masjid yang terbuat dari kaca.

Mujahid, seorang pengurus Masjid Besar Al Huda mengatakan tulisan ini cukup mengganggu karena berada di titik yang dilalui jamaah.

“Rata-rata di dekat tempat wudhu, jadi setiap jamaah yang akan ambil wudhu pasti membacanya,” kata Mujahid.

Diketahui, Masjid Besar Al Huda merupakan salah satu masjid bersejarah di Aceh Tamiang.

Jejak sejarah ini tertulis di salah satu bagian dalam yang menjelaskan masjid tersebut didirikan oleh Radja Karang IX Tuanku Radja Silang tahun 1924 dan direnovasi oleh Radja Karang X pada 1936.(*)

Baca juga: Dua Tokoh Bertarung dalam Pemilihan Imum Mukim Pango Aceh Besar, Ini Nama-namanya

Baca juga: Di Aceh Besar, Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 2 Orang dan Positif Corona 39 Orang

Baca juga: Dukung Polisi Usut Vandalisme di Masjid, DPRA Rencana Turun ke Aceh Tamiang

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved