Internasional
Brasil Akan Batalkan Kontrak Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia, Ini Penyebabnya
Brasil berencana membatalkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2021 untuk 10 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V Rusia.
SERAMBINEWS.COM, BRASILIA - Brasil berencana membatalkan kontrak yang ditandatangani pada Maret 2021 untuk 10 juta dosis vaksin Covid-19 Sputnik V Rusia.
Menteri Kesehatan Brasil, Marcelo Queiroga, Jumat (30/7/2021) mengatakan negara Amerika Selatan itu masih berjuang dengan salah satu wabah terburuk di dunia.
Queiroga mengatakan langkah itu karena tenggat waktu yang lewat dalam proses pendaftaran dengan regulator kesehatan Brasil, Anvisa.
Dilansir Reuters, Jumat (30/7/2021), program imunisasi nasional Brasil saat ini tidak memerlukan vaksin Rusia.
Meskipun itu bisa berubah jika Anvisa melisensikan vaksin Covid-19 Sputnik V.
Perjanjian untuk mengimpor 10 juta dosis ditandatangani dengan perusahaan farmasi Brasil Uniao Quimica.
Tetapi, juga berencana untuk memproduksi vaksin secara lokal untuk diekspor ke negara-negara tetangga di mana Sputnik telah ditingkatkan.
Baca juga: AS Kutuk China, Vaksin Covid-19 Jadi Alat Senjata Memaksa Sebuah Negara Patuhi Keinginannya
Tetapi kontrak tersebut memerlukan persetujuan penggunaan darurat oleh Anvisa.
Sebuah proses yang terhenti karena Uniao Quimica belum memberikan data yang diperlukan tentang vaksin tersebut, kata regulator.
Sebanyak 16 negara bagian Brasil meminta izin mengimpor vaksin Rusia yang disetujui berdasarkan serangkaian persyaratan yang mencakup pengujian di Brasil.
Anvisa mengatakan hanya empat negara bagian yang menyetujui persyaratan tersebut.
Dana Investasi Langsung Rusia, yang memasarkan vaksin yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow, dan Uniao Quimica tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 untuk Aceh Menipis, Gudang Vaksin Provinsi Hanya Miliki 1.600 Dosis Lagi
Queiroga berbicara pada konferensi pers di mana juga mengumumkan pembatalan definitif kontrak 316 juta dolar AS untuk 20 juta dosis Covaxin, vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Bharat Biotech India.
Dia mengatakan kontrak itu batal demi hukum karena Anvisa belum menyetujui vaksin.
Sehingga, Bharat memutuskan hubungan dengan Precisa Medicamentos, perwakilan dan perantaranya di Brasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-dari-rusia.jpg)