Sosok Sariamin Ismail, Novelis Perempuan Pertama Indonesia yang Menjadi Google Doodle Hari Ini
Berpakaian warna merah muda dengan selempang merah sambil menulis, siapakah sosok perempuan tersebut?
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM – Google Doodle hari ini, Sabtu (31/7/2021) menampilkan sosok perempuan yang mengenakan pakaian khas Ranah Minang.
Berpakaian warna merah muda dengan selempang merah sambil menulis, siapakah sosok perempuan tersebut?
Sosok tersebut bernama Sariamin Ismail yang tengah berulang tahun ke 112. Sariamin Ismail adalah seorang pengarang novel.
Tak banyak yang tahu dengan nama Sariamin Ismail, sebab ia dikenal dengan nama samara sebagai Selasih.
Novel pertamanya berjudul Kalau Tak Untung yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1934.
Baca juga: Sosok Haters Ayu Ting-Ting Berhasil Ditangkap: Tinggal di Bojonegoro, Kerja di Singapura
Baca juga: Dinding Masjid Dicoret Dengan Kalimat Hinaan, Sosok Misterius Terekam CCTV pada Tengah Malam
Novel tersebut bercerita tentang seorang perempuan bernama Rasmani.
Sariamin Ismail merupakan wanita pertama yang menulis untuk Balai Pustaka dan pelopor angkatan Pujangga Baru.
Sosok Sariamin Ismail
Dikutip dalam buku yang berjudul ‘Biografi Selasih dan Karyanya’ oleh Erlis Nur Mujiningsih, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1995, Selasih dilahirkan di Talu, Pasaman, Sumatra Barat tanggal 31 Juli 1909.
Orang tuanya bernama Laur Datuk Rajo Melintang, seorang petani.
Orang tua Selasih selain menjadi petani juga bekerja sebagai pemborong kayu-kayu perumahan.
Oleh sebab itu, kehidupan keluarga Selasih dapat dikatakan cukum mapan dibandingkan dengan sanak saudara sekampung.
Memiliki kecukupan secara financial, sehingga Selasih dapat melanjutkan sekolah ke Meisjes Normaalschool (Sekolah Guru Perempuan) di Padang Panjang dari tahun 1921-1925.
Sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya yang ada di Indonesia masa itu.
Baca juga: Sosok Ahmad Haydar, Kapolda Aceh yang Baru Perwira Karier Cemerlang, tak Asing dengan Aceh
Baca juga: Sosok Henny Manopo Lugue, Ibunda Amanda Manopo Meninggal Usai Positif Covid
Selasih, yang pada masa kecilnya diberi nama oleh orang tuanya Basariah, namun diganti karena sering sakit.
Oleh sebab itu, nama Basariah tersebut diganti dengan nama Sari Amin -kedua kata dipisahkan.
Namun, jiwa seni Selasih mendorongnya untuk menggabungkan kedua kata itu menjadi satu, yaitu Sariamin, sedankan tambahan Ismail didapatnya dari nama suaminya.
Sariamin menikah pada tahun 1941 dengan Ismail yang pada waktu itu adalah seorang pokrol atau pembela perkara di landraad.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putri dan empat cucu.
Anak Sariamin bernama Suhartini dan Suryahati.
Suhartini menikah dengan Ismid Hadad, pemimpin majalah Prisma.
Suryahati menikah dengan Novirion Yahya yang sehari-hari bekerja di PT CPI Rumbai.
Sariamin dan Ismail bertemu di Landraad, sebab ia harus berurusan dengan Polisi Rahasia Belanda (PID) yaitu sebanyak tiga kali.
Sariamin pernah tiga kali kena delik pres dan satu kali kena "sprek delik" serta pernah membayar denda untuk koran Persamaan.
Baca juga: Sosok Riyo Kristian Utomo, Anak Ribka Tjiptaning yang Dituding Terlibat Bisnis Obat Terapi Covid-19
Suami Sariamin, Ismail, meninggal dunia pada bulan Mei 1982.
Tulisan-tulisan Sariamin memang cukup tajam dan pada waktu itu cukup menggelorakan semangat kebangkitan untuk mencapai kemerdekaan.
Oleh sebab itu, Sariamin dalam hampir semua karangannya memakai nama samara.
Nama samaran Sariamin sebagian besar berasal dari nama bunga dalam setiap karangannya.
Sariamin ini memang seorang pecinta bunga.
Kegemarannya pada bunga ini sudah ada sejak kecil, pada waktu bersekolah di Padang Panjang.
Kebiasaan menulis yang dimiliki oleh Selasih sejak kecil menjadikannya seorang pengarang besar wanita di zamannya.
Selasih sejak umur sebelas setengah tahun sudah mulai menulis di buku harian, yang diberinya nama Mijn Vriendin.
Selasih selalu mencurahkan kesedihan hatinya pada buku harian itu.
Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020 - Sosok Aram Mahmoud, Pengungsi Suriah yang Dikalahkan Jonatan Christie
Hal itu menjadikan Selasih kecil selalu bersedih karena tidak ada teman-temannya yang memperhatikan, bahkan dia sering diejek oleh teman-temannya.
Kesedihannya itu dicurahkan pada buku harian dalam bentuk puisi.
Kepandaian Selasih dalam menulis puisi ini tidak datang begitu saja.
Orang yang berjasa menumbuhkan minat dan kemampuan Selasih dalam duania sastra adalah neneknya.
Karya Sariamin Ismail
Sebagai seorang pengarang, Selasih telah menghasilkan berbagai jenis sastra.
Karya satra yang ditulis oleh Selasih ada beberapa macam, di antaranya puisi karya prosanya terdiri atas roman, legenda, cerita anak-anak dan cerita pendek.
Selasih juga menulis artikel tentang sastra.
Karya Selasih tersebut ada yang sudah diterbitkan dan ada yang belum diterbitkan.
Baca juga: Kisah Tari, Sosok Hafizah Cerdas dan Gigih Alumni Dayah Insan Qurani Meninggal di Mesir
Berikut jenis karya sastra hasil karya Selasih
a. Puisi
1. "Kebesaran Hari Raya”
2. "Kecewa"
3. "Lapar"
4. "Ucapan Terima Kasih"
5. "Cinta yang Suci"
6. "Kepada Angin Pematah"
7. "Kepada Tuan Putri Yuliana dan Prince Bernhard"
8. "Peminta-minta"
9. "Petaruh Ibu"
10. "Siapa Menyangka"
11. "Bertemu Pandang"
12. "Anakku Tab"
b. Prosa
Roman (sudah terbit)
1. Kalau Tak Untung
2. Pengaruh Keadaan
3. Kembali Ke Pangkuan Ayah
4. Musibah Membawa Bahagia
Roman (belum terbit)
1. "Di Pusara Ibu"
2. "Corak Dunia"
Legenda (sudah terbit)
1. Nakhoda Lancang
2. Sutan Tumanggung Nan Rancak di Labuah
3. Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik
4. Puti Mambang Lauik
5. Rangkiang Luluih
6. Cerito Kukuak Kekek
7. Ngalau Kamang
8. Rantak Si Gadih Ranti
9. Malaruihnyo Gunung Tujuah
Legenda (belum terbit)
1. "Si Tanum"
2. "Putri Andam Dewi"
3. "Puit Candai Taritik"
4. "Bundo Kanduang"
5. "Asa Usua Ranah Alam"
Cerita anak (sudah terbit)
1. Panca Juara
2. Cerita Kak Murai
Cerita Anak-Anak (belum terbit)
1. "Cerita Kak Murai II"
Cerita Pendek
1. Cerita Putri Seri Laut
c. Esai
1. Rangkaian Sastra.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca Juga Lainnya:
Baca juga: Tanggapi Isu Anggota RCD Disiram Tuak dan Ditato, Kapolres Subulussalam: Jangan Tebar Kabar Hoaks
Baca juga: Fakta dan Sosok Akidi Tio, Pengusaha yang Sumbangkan Uang Rp 2 Triliun, Dahlan Iskan Cari Tahu
Baca juga: 7 Keajaiban Kantung Teh Celup Bekas yang Kerap Diabaikan dalam Keseharian, Ternyata Ini Manfaatnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sosok-sariamin-ismail-novelis-perempuan-pertama-indonesia-yang-menjadi-google-doodle-hari-ini.jpg)