Breaking News:

Gelar Doktor

Dosen IAI Al Aziziyah Samalanga Raih Gelar Doktor

Tgk Mursalin selaku Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen kepada Serambinews.com, Minggu (01/08/2021) menyebutkan sidang terbuka Tgk Musbani istime

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Foto Dok IAI Al Aziziyah Samalanga
Dr Tgk Musbani MA dalam sidang terbuka promosi Doktor di aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry (UINAIR) Banda Aceh, Jumat (30/07/2021). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dr Tgk Musbani MA, dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen meraih gelar doktor bidang pendidikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Gelar doktor diraihnya dalam sidang terbuka promosi doktor di aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (30/07/2021).

Sidang terbuka promosi doktor tersebut diraih dengan judul disertasi "Inovasi Metode Pembelajaran Agama Pada Dayah Salafi di Kabupaten.Bireuen”. Sidang penentuan gelar doktor berlangsung alot dengan ketua tim penguji Prof Dr Warul Walidin AK MA, sekretaris sidang Prof Dr Mukhsin Nyak Umar MA.

Tgk Mursalin selaku Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen kepada Serambinews.com, Minggu (01/08/2021) menyebutkan sidang terbuka Tgk Musbani istimewanya dengan anggota sidang dan salah satu penguji luar merupakan Ketua PCNU Bireuen yang juga Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga, Dr Tgk Muntasir A Kadir MA.

Sedangkan anggota sidang lainnya Prof Dr Fauzi Saleh MA, Dr Syabuddin Gade MA, Prof Eka Srimulyani MA PhD, Dr Gunawan Adnan MA PhD dan Prof Dr M Hasbi Amiruddin MA.

Menanggapi keberhasilan meraih doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Tgk Musbani menyebutkan keberhasilan disertasinya dan program doktoral tersebut berkat doa dan dukungan dari semua pihak terutama para guru dan orangtua, rekan serta banyak pihak lainnya.

Tgk Musbani mengatakan disertasinya lebih fokus kepada inovasi metode pembelajaran terhadap guru dan santri pada dayah salafi di kawasan kota santri Bireuen.

“Setidaknya dengan adanya inovasi metode pembelajaran tersebut memberikan nilai plus dalam peningkatan motivasi belajar, tingkat keaktifan santri, serta mengasah pola dan proses berpikir secara lebih mendalam dan kritis,” ujarnya.

Tokoh muda kelahiran Blang Kuta Ulee Glee Pidie Jaya 15 Oktober 1983 ini menambahkan ada beberapa novelty yang diperoleh dalam disertasinya dan setidaknya menjadi masukan dan pertimbangan dunia dayah baik itu pimpinan dayah maupun dinas Pendidikan Dayah Aceh demi memajukan dayah ke depan.

“Hasil penelitian yang tidak semua disampaikan termasuk novelty (nilai kebaruan dari sebuah penelitian), namun berharap semoga hasil penelitian disertasi tersebut menjadi rujukan dan pertimbangan demi kemajuan insan dayah di era 5.0,” ujarnya.(*)

Baca juga: Deddy Corbuzier Dominasi YouTube Indonesia, Segini Penghasilannya Bulan Juli 2021

Baca juga: Perdana Menteri Jepang Tolak Batakan Olimipiade dan Lockdown, Bukan Sebuah Pilihan Tepat

Baca juga: Gara-gara Disuruh Goreng Ikan, Istri Nekat Siram Minyak Panas ke Suami

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved