Berita Aceh Besar
Lumbung Air Wakaf Dibangun di Lembah Seulawah, akan Produksi Air Kemasan Gratis
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh – Aceh Wakaf Corporation (AWC) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lumbung Air Wakaf (LAW) di Aceh
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nasir I Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh – Aceh Wakaf Corporation (AWC) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lumbung Air Wakaf (LAW) di Aceh, Jumat (30/7/2021).
Hal itu jadi langkah awal Aceh Wakaf Corporation menghadirkan Lumbung Air Wakaf yang akan dibangun di Gampong Paya Keureuleh, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.
Lumbung Air Wakaf adalah Program Wakaf yang dikelola oleh tim Global Wakaf-ACT untuk memproduksi air minum dalam kemasan (air minum wakaf) dan dibagikan kepada penerima manfaat secara gratis.
Baca juga: Pasien Covid-19 di Aceh Sembuh 161 Orang, Lima Ribu dalam Perawatan
Pendistribusian ini mengarah kepada pesantren, masjid, majelis, wilayah yang terkena bencana, dan lain-lain.
Program ini mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat sekitar.
Dalam seremoni ini turut hadir Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Gunawan, Presiden Direktur Aceh Wakaf Corporation Husaini Ismail, Kepala Cabang ACT Aceh Zulfurqan dan juga Tgk. Nurdin selaku pewakif, Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Besar Nurul Hadi dan juga masyarakat setempat.
“Ini adalah Lumbung Air Wakaf pertama di Aceh, dimana pembangunan ini dibiayai oleh wakaf, dan akan dikembalikan kepada masyarakat Aceh dalam bentuk air wakaf gratis.
Saat ini yang di Aceh masih maklon dengan perusahaan lain, maka itu kami membangun lumbung air wakaf ini agar kebermanfaatannya jauh lebih besar. Tidak hanya untuk masyarakat di sekitar saja, namun masyarakat luas,” sebut Gunawan, Presiden Direktur Global Wakaf Corporation.
Baca juga: Putra Danramil di Nagan Raya Lulus Akademi Militer Hanya Sekali Seleksi, Begini Cerita Sang Ayah
Tidak hanya air minum ini saja yang diinisiasi, karena sudah ada Aceh Wakaf Corporation yang akan mengelola aset-aset wakaf produktif.
Seperti halnya di bidang pangan, perkebunan, air minum, beras, dan juga perikanan. Dimana tahun ini yang menjadi prioritas adalah pangan, pabrik air minum.
Harapannya di masa mendatang ini akan menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat Aceh.
Karena histori Aceh itu sangat dermawan, dimana Aceh dahulu menjadi penyumbang pesawat pertama untuk Indonesia.
Maka itu alasan kami menjadikan Aceh menjadi portofolio, menjadikan Aceh menjadi titik kemakmuran pertama untuk Indonesia dan umat Islam pada umumnya. Mudah-mudahan Allah ridai.
Mahdi Muhammad selaku komisaris dari Aceh Wakaf Corporation menyebutkan, ini merupakan salah satu langkah awal dari pemberdayaan wakaf produktif yang dikelola oleh Aceh Wakaf Corporation.
Baca juga: Diwisuda, Lulusan Dayah Tinggi di Aceh Utara Terima Dua Ijazah
Selanjutnya pengembangannya adalah menjadikan Aceh mempunyai Kawasan Wakaf Terpadu (KWT), dimana dari wakaf pusat perekonomian dan peradaban dapat terbentuk.
“Karena ini adalah yang pertama di Aceh, bahkan Sumatera. Lokasi seluas 2000 meter2 ini dekat dengan mata air yang begitu deras, dalam perdetiknya dapat mengalirkan kurang lebih 20 liter debit air.
Sangat cocok jika dibangun lumbung air wakaf yang dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Aceh,” tambahnya.
Acara ditutup dengan dilakukannya peletakan batu pertama dan direkatkan dengan semen yang telah diolah sebelumnya secara bergantian sebagai simbolis bahwa pembangunan awal Lumbung Air Wakaf di Aceh telah dimulai. (*)
Baca juga: Indonesia Disebut Negara Terburuk di Dunia Tangani Pandemi Covid-19, Begini Reaksi Pemerintah