Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Polres Agara Fokuskan Pemberantasan Bandar Narkoba

Saat ini peredaran narkoba khususnya sabu ada yang dijual mulai dari paket terkecil seharga Rp 50.000 per paket hingga Rp 300 ribu per paketnya.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono SH SIK MH 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Satuan Resnarkoba Polres Aceh Tenggara, saat ini terus gencarkan pemberantasan bandar narkoba jenis sabu-sabu dan ganja hingga ke pedalaman Tanoh Alas.

"Peredaran narkoba marak di Aceh Tenggara, kita fokuskan berantas para bandar narkoba," ujar Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono SH SIK MH didampingi Kasat Narkoba Iptu Sabrianda SH, Iptu Sabrianda SH kepada Serambinews.com, Senin (2/8/2021).

Dikatakan Kasat Narkoba Iptu Sabrianda, saat ini peredaran narkoba khususnya sabu ada dijual mulai dari paket terkecil mencapai Rp 50.000 per paket hingga paket Rp 300 ribu per paketnya.

Para bandar narkoba ini mayoritas masyarakat di pedesaan yang penggangguran di tengah pendemi Covid-19 yang melanda Aceh Tenggara.

Menurut dia, barang haram jenis sabu yang diedarkan di Aceh Tenggara berasal dari Kabupaten Bireuen, Takengon, Lhokseumawe, dan Sumatera Utara (Medan).

Lanjutnya, sulitnya memberantas para bandar narkoba di Aceh Tenggara ini, karena masyarakat di pedesaan enggan memberitahukan adanya transaksi narkoba di  desanya.

Baca juga: Tolak Ajakan Nikah, Pria Ini Sekap Wanita 26 Tahun Selama 20 Hari, Korban Dirudapaksa 6 Kali Sehari

Baca juga: Live Streaming Greysia/Apriani di Final Bulutangkis Olimpiade, Menanti Emas Pertama untuk Indonesia

Baca juga: Korea Utara akan Awasi Latihan Militer Korea Selatan Dengan AS, Adik Kim Jong Un Peringatkan Seoul

Masyarakat merasa terancam kehidupannya apabila melaporkannya, dan juga kurang percaya jika melaporkan adanya peredaran narkoba, mereka aman dan nyaman. Ini mungkin, karena masyarakat juga kurang percaya kepada aparat kepolisian.

Untuk itu, kata Kasat Narkoba Iptu Sabrianda SH, mereka terus bekerja dan menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat untuk mau membantu tugas kepolisian mengungkap peredaran narkoba di desanya.

"Narkoba adalah musuh kita bersama dan harus dilenyapkan di Tanoh Alas," kata Iptu Sabrianda SH.

Ditambahnya, saat ini penyalahgunaan narkoba di Aceh Tenggara telah merambah semua kalangan baik itu pelajar, petani, pengusaha maupun kalangan pejabat.

Dampak penyalahgunaan narkoba ini, menimbulkan gangguan Kamtibmas, dan perekonomian masyarakat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved