Fakta Seputar Medali Emas Olimpiade Tokyo: Kandungan Emas Hanya 1,2%
Dilansir Insider, faktanya, hanya 1,2 persen dari medali emas yang diberikan kepada juara Olimpiade Tokyo adalah emas.
Ada 5.000 medali emas, perak, dan perunggu untuk Olimpiade Tokyo.
Medali-medali itu dibuat menggunakan perangkat elektronik daur ulang seperti ponsel yang disumbangkan oleh orang-orang di seluruh negeri.
Selama rentang waktu dua tahun, Proyek Medali Tokyo 2020 mengumpulkan 78.985 ton perangkat elektronik, termasuk 6,21 juta ponsel, dari seluruh Jepang.
Baca juga: Kalahkan China di Final Bulutangkis Olimpiade, Greysia/Apriyani Raih Medali Emas untuk Indonesia
Perangkat dipanaskan agar leleh untuk mengekstrak logam di dalamnya.
Hasil ekstraksi itu dihasilkan 32 kilogram emas, 3.500 kg perak, dan 2.200 kg perunggu.
Dibutuhkan hingga 40 ponsel untuk mengamankan satu gram emas, Compound Interest melaporkan.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade bahwa medali seluruhnya terbuat dari logam daur ulang.
Pada Olimpiade 2016 lalu, 30% medali perak berasal dari perak daur ulang dari suku cadang mobil dan kaca spion.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Medali Emas di Olimpiade Tokyo: Kandungan Emas 1,2%, hingga Terbuat dari Bahan Daur Ulang
Baca juga: Sebut Dana Rp 2 Triliun Ada di Bank Singapura, Suami Anak Akidi Tio Minta Publik Bersabar
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 3 Agustus 2021, Berikut Daftar Harga Emas Per Gram
Baca juga: Sejak Awal Sudah Tak Yakin dengan Sumbangan Rp 2 Triliun, Mahfud MD Beberkan Modus Kebohongan Serupa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/atlet-indonesia-apriyani-rahayu-kanan-dan-greysia-polii-dapat-medali-emas.jpg)