Fakta Seputar Medali Emas Olimpiade Tokyo: Kandungan Emas Hanya 1,2%
Dilansir Insider, faktanya, hanya 1,2 persen dari medali emas yang diberikan kepada juara Olimpiade Tokyo adalah emas.
SERAMBINEWS.COM - Mendapatkan medali emas saat Olimpiade merupakan sebuah kebanggaan bagi para atlet.
Medali emas adalah medali tertinggi, sehingga atlet akan berusaha untuk mendapatkannya.
Diberikan hanya untuk juara pertama, medali emas memberikan kebanggaan tersendiri, meskipun medali itu bukanlah 100 persen emas murni.
Dilansir Insider, faktanya, hanya 1,2 persen dari medali emas yang diberikan kepada juara Olimpiade Tokyo adalah emas.
98,8% bagian lainnya adalah perak, menurut Compound Interest, situs komunikasi sains yang meneliti campuran bahan kimia.
Baca juga: Perjalanan Greysia Polii, Pernah Didiskualifikasi di London,Lalu Bangkit & Raih Medali Emas di Tokyo
Medali emas Olimpiade Tokyo memiliki berat sekitar 0,54 kg.
Artinya, setiap medali emas hanya berisi sekitar 6,7 gram emas.
Saat Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, medali emas juga mengandung sekitar 6 gram emas, CNN melaporkan, meskipun medali itu lebih ringan daripada yang diberikan di Tokyo.
Biasanya, medali emas berupa bagian dasar perak yang diselimuti lapisan emas tipis.
Hanya medali perak pada pertandingan tahun ini, yang beratnya sama dengan medali emas, yang seluruhnya dibuat dari perak.
• Pulang Tanpa Medali, Ganda Putra The Daddies Ungkap Tokyo Jadi Olimpiade Terakhir
Lebih ringan, medali perunggu memiliki berat 0,4 kg.
Perunggu adalah campuran tembaga dan timah.
Medali perunggu terdiri dari 95% tembaga dan 5% seng.
Medali terbuat dari ponsel daur ulang
Jepang membuat sendiri semua medalinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/atlet-indonesia-apriyani-rahayu-kanan-dan-greysia-polii-dapat-medali-emas.jpg)