Breaking News:

Internasional

Keluarga Pelaku Penikaman Pisau di Inggris Tuntut Polisi, Seharusnya Ditangkap, Bukan Ditembak Mati

Keluarga Pelaku Penikaman dengan pisau terhadap dua warga, tetapi selamat menuntut Polisi Inggris.

Editor: M Nur Pakar
AP/File
Sudesh Amman, yang ditembak mati oleh polisi setelah melakukan amukan pisau di London, 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Keluarga Pelaku Penikaman dengan pisau terhadap dua warga, tetapi selamat menuntut Polisi Inggris.

Hal itu dilakukan, karea polisi sudah mengetahui rencana pemuda itu, saat membeli rompi anti peluru palsu di sebuah toko.

Dalam iniden itu, pelaku ditembak mati oleh polisi setelah melakukan amukan pisau di London.

Pihak keluarga mempertanyakan apakah nyawanya bisa diselamatkan dengan ditangkap lebih awal.

Ini akan menjadi pertama kalinya kerabat seorang tersangka di Inggris akan bertanya di pengadilan apakah pembunuhan kerabat mereka diperlukan.

Pemeriksaan atas kematian Sudesh Amman (20) yang menikam dua anggota masyarakat secara acak pada 2 Februari 2020, dibuka pada Senin (w/8/2021) di Royal Courts of Justice di London.

Amman sedang diamati dengan cermat oleh petugas pengintai yang menyamar.

Ketika dia terlihat membeli barang untuk rompi bunuh diri palsu, yang dia kumpulkan di asrama percobaannya.

Baca juga: Penikaman di Pidie Jaya Gunakan Pisau Ala Ninja Hingga Bersimbah Darah, Begini Kronologisnya

Keesokan harinya, saat diikuti oleh petugas, dia dengan cepat mengambil pisau dari sebuah toko dan menikam dua orang yang lewat di London selatan.

Kedua korbannya selamat, tetapi Amman ditembak dan dibunuh oleh tim bersenjata yang melacaknya satu menit setelah amukannya dimulai.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved