Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Minta Maaf ke Pihak RSU Datu Beru, July Munthe Tak Menduga Status Facebooknya jadi Viral

July Munthe mengaku silap dan tak menduga jika statusnya menjadi viral serta membuat heboh. 

Penulis: Mahyadi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
July Munthe yang tersandung kasus akibat status facebooknya. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pemilik Akun Facebook July Munthe tak menduga jika status yang dibuatnya menjadi viral dan harus menghadapi konsekwensi hukum setelah dilaporkan secara resmi oleh pihak RSU Datu Beru Takengon ke Polres Aceh Tengah

Sebelumnya, July Munthe memposting di akun Facebooknya 'RSU Datu Beru Semua Pasien Mati Di Covidkan'. Postingan July Munthe membuat pihak RSU Datu Beru Takengon, tersinggung serta dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. 

July Munthe ketika dihubungi Serambinews.com, Kamis (5/7/2021) mengaku silap dan tak menduga jika statusnya menjadi viral serta membuat heboh. 

“Intinya saya silap, membuat status itu. Saya juga sudah meminta maaf secara pribadi, maupun organisasi. Bahkan selain permintaan maaf secara lisan, juga melalui surat ke pihak rumah sakit,” kata July Munthe. 

Menurut July Munthe, status yang ia posting di akun Facebook-nya dibuat secara spontan. Alasannya, selama PPKM diberlakukan, ia tidak bisa mencari nafkah. 

“Saya kebetulan pemain keyboard di acara acara pesta pernikahan. Selama PPKM berlaku, kan pesta dilarang dan kami kehilangan mata pencarian,” keluh July Munthe. 

Baca juga: Tragis! Pengendara Sepeda Motor Meninggal Usai Tertimpa Pohon Pinus Tumbang, Begini Kejadiannya

Baca juga: Dinas Pangan Aceh Siap Bantu Dana Transportasi Penjualan Tomat yang Anjlok di Bener Meriah

Atas dasar sulitnya ekonomi beberapa bulan terakhir karena adanya larangan dilaksanakan pesta pernikahan, sehingga timbul inisiatif July Munthe untuk membuat postingan tersebut. 

“Saya bingung, ekonomi kami terjepit sejak pesta dilarang sehingga timbul pemikiran membuat status seperti itu. Dan itupun hanya 10 menit, dan langsung saya hapus lagi,” sebutnya. 

Diakui July Munthe, meski status yang ia posting baru 10 menit tetapi langsung menjadi viral di media sosial. Bahkan, akhirnya di proses secara hukum. 

“Setelah saya hapus, saya juga sempat memposting permitaan maaf kepada pihak pihak yang tersinggung dengan status saya. Khususnya kepada pihak RSU Datu Beru,  Takengon, Satgas Covid, TNI-Polri, dan Satpol PP, " ujar July Munthe. 

July Munthe menambahkan, meskipun ia sempat menulis status terkait dengan virus corona, bukan berarti tidak percaya dengan adanya COVID-19. 

“Kalau saya tidak percaya, mana mungkin saya ikut vaksin. Saya sudah vaksin kok. Dan saya juga bukan tidak percaya dengan RSU Datu Beru Takengon. Ini murni karena kesilapan saya,” akunya.

Baca juga: Bikin Heboh Pakai Bikini di Jalan, Dinar Candy Tak Ditahan dan Diminta Wajib Lapor

Baca juga: Wanita PSK Tewas Usai Layani Pria Bule Langganan, Sempat Ribut Soal Tarif hingga Teriak Minta Tolong

Ketika disinggung tentang pihak RSU Datu Beru, Takengon, sudah melaporkan secara resmi ke Polres Aceh Tengah, July Munthe, mengaku menerima konsekwensi jika harus berhadapan dengan hukum karena status facebook yang dibuatnya. 

“Kalaupun harus menjalani proses hukum, mau bagaimana lagi. Saya akui, itu semua karena kesalahan saya. Dan tidak tahu, bisa begini jadinya,” pungkas July Munthe.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved