Internasional

Iran Dituduh Siap Bangun Senjata Nuklir 10 Pekan Lagi, Alasan Israel Serang Teheran

Israel telah membuat rencana baru dengan melontarkan tuduhan ke Iran akan mampu memproduksi senjata nuklir dalam 10 pekan mendatang.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pabrik senjata nuklir Iran 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Israel telah membuat rencana baru dengan melontarkan tuduhan ke Iran akan mampu memproduksi senjata nuklir dalam 10 pekan mendatang.

Israel memperingatkan Iran dapat membangun hulu ledak nuklir dalam sekitar 10 minggu, ketika Republik Islam Iran itu bersumpah pada Presiden garis keras baru, Ebrahim Raisi.

Dilansir AFP, Kamis (5/8/2021), Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan pemerintahnya siap meningkatkan ketegangan dengan Teheran.

Hal itu menyusul serangkaian insiden di Teluk Oman, termasuk dua serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel dalam waktu seminggu.

Serangan itu terjadi setelah serangkaian dugaan sabotase fasilitas Iran terkait dengan program nuklir sipilnya, yang telah lama diklaim Israel sebagai front untuk mengembangkan senjata nuklir.

Baca juga: Menteri Pertahanan Israel Keluarkan Peringatan Keras, Siap Serang dan Gempur Iran

Seorang ilmuwan Iran terkemuka yang dianggap sebagai tokoh kunci dalam program tersebut juga dibunuh pada November 2020.

Mossad, badan mata-mata negara Israel, diduga berada di balik penggerebekan tersebut.

Pembicaraan sedang berlangsung di Wina untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran, dari mana AS menarik diri pada 2018.

Israel dengan tegas menentang kesepakatan itu.

“Rezim Iran mengancam kami dan memicu perlombaan senjata regional,” kata Gantz pada pertemuan duta besar dari anggota Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: AS Berkonsultasi dengan Inggris, Rumania, dan Israel, Bersumpah Balas Serangan Iran ke Kapal Tanker

“Iran telah melanggar semua pedoman yang ditetapkan dalam JCPOA, dan hanya sekitar 10 minggu lagi untuk memperoleh bahan-bahan tingkat senjata yang diperlukan untuk senjata nuklir,” tambahnya.

“Sekarang adalah waktunya untuk perbuatan, kata-kata tidak cukup," tambahnya.

"Sudah waktunya untuk tindakan diplomatik, ekonomi, dan bahkan militer, jika tidak, serangan akan terus berlanjut," tegasnya,

Raisi mengatakan kepada Majelis Iran bahwa program nuklir benar-benar damai, mengacu pada JCPOA.

Dia mengatakan akan mendukung rencana diplomatik apapun yang mengarah pada pelonggaran sanksi terhadap Iran.(*)

Baca juga: Iran Bekukan Pertukaran Tahanan dengan Barat, Seorang Warga Inggris-Iran Batal Bebas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved