Spesialis Bedah Saraf
Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Aceh Sukses Gelar Pelatihan Penanganan Kasus Emergensi Bedah
Ketua Panitia yang juga Ketua Perspebsi Aceh Dr dr Imam Hidayat M Kes Sp BS FINPS menyambut gembira suksesnya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasin
Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Subur Dani I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi) Cabang Aceh sukses mengadakan pelatihan atau workshop skala nasional tentang penanganan kasus emergensi bedah untuk sejumlah peserta dari berbagai RS di Indonesia.
Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pelatihan untuk dokter umum, dokter spesialis bedah saraf, dan perawat.
Pelatihan digelar sejak Minggu (25/7/2021) di aula kantor Gubernur Aceh merupakan rangkaian kegiatan pertemuan ilmiah bedah saraf, pertemuan ilmiah tahunan bedah saraf Indonesia yang digawangi oleh Perspebsi Cabang Aceh tanggal di akhir Juli 2021 lalu.
• Aceh Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Bedah Saraf
Ketua Panitia yang juga Ketua Perspebsi Aceh Dr dr Imam Hidayat M Kes Sp BS FINPS menyambut gembira suksesnya kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta.
"Awalnya kita rencanakan secara tatap muka, namun akibat kesulitan di masa pandemi, akhirnya dilakukan secara virtual. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, peserta kita batasi karena walaupun sebagian kasus berupa record/rekaman, pada pelatihan ini diperluas sesi tanya jawab, dan tetap dilakukan simulasi langsung secara virtual. Ini adalah workshop/pelatihan, bukan sekedar seminar," katanya kepada Serambinews.com, Kamis (5/8/2021).
Hal senada disampaikan juga oleh Sekretaris Perspebsi Aceh dr. Iskandar, Sp BS. Menurutnya, pelatihan yang dilakukan secara virtual semaksimal mungkin dilakukan seperti tatap muka.
Untuk pelatihan bedah saraf neuronavigasi, pihaknya meminta dari Perspebsi pusat mengirimkan 2 instruktur, yakni dr Zainy Hamzah Sp BS dan dr Syafrizal Aboebakar Sp BS.
Keduanya adalah instruktur yang cukup berpengalaman di Indonesia.
• Aceh Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Bedah Saraf, Gubernur Menyambut Baik
"Untuk dokter umum, kita menghadirkan 3 instruktur, 2 ahli Bedah Saraf (dr T Yose Sp BS dan dr T Jauhardin Sp BS) dan 1 ahli Saraf (dr Nasrul Musadir Sp S(K)). Mereka memaparkan materi, simulasi langsung dan tanya jawab sampai peserta puas," kata dia.
Sementara untuk keperawatan, panita menghadirkan para instruktur berpengalaman dari HIPENI (Himpunan Perawat Neurosain Indonesia).
"Semua pelatihan ini resmi memiliki Satuan Kredit Profesi (SKP) dari organisasi profesi terkait," lanjut Iskandar.
Main Course Instructor pelatihan dokter umum dr T Yose MA M Ked, Sp BS mengatakan di Indonesia banyak pasien bedah saraf yang meninggal dunia akibat terlambat dirujuk karena masalah fasilitas dan masalah jarak ke RS rujukan.
“Inilah sebabnya kita memerlukan penanganan awal yang ekstra dari dokter umum sebagai garda terdepan pada kasus bedah saraf. Kasus itu meliputi tumor kepala, stroke perdarahan, hidrosefalus cedera tulang belakang, dan terlebih-lebih cedera kepala akibat kecelakaan yang sering memakan korban. Kesemuanya wajib dilakukan penanganan awal yang handal dan tepat sesegera mungkin," tukasnya.
“Kegiatan penanganan emergensi Bedah Saraf untuk dokter umum diharapkan dapat menjawab kesulitan-kesulitan tersebut, yang dialami teman sejawat dokter umum di daerah,” lanjut Yose.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/saraf-798jnkml.jpg)