Breaking News:

Kupiah Meukutop

Pidie Daftarkan Kupiah Meukutop ke DJKI Kemenkumham, Begini Sejarahnya

Menurutnya, sejarah awalnya digunakan kupiah meukutop dipakai pahlawan nasional Aceh, Teuku Umar, saat berperang melawan penjajahan Belanda.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, memakai kopiah meukutop ke Kepala Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Aceh, Sasmita, di Hotel Safira Sigli, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh telah mendaftakan merek kupiah meukutop menjadi produk Kabupaten Pidie.

Pendaftaran hak paten itu kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum dan HAM Jakarta.

"Sehingga saat ini menjadi pencatatan di Kemenkumham di Jakarta. Pihak Kemenkumham Jakarta akan melaporkan ke Badan Kebudayaan PBB, UNESCO," Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Aceh, Sasmita, kepada Serambinews.com, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, sejarah awalnya digunakan kupiah meukutop dipakai pahlawan nasional Aceh, Teuku Umar, saat berperang melawan penjajahan Belanda.

Unik, DPRK Aceh Besar Gelar Sidang Pakai Bahasa Aceh, Anggota Dewan Juga Pakai Kupiah Meukutop

Sementara Teuku Umar sendiri berasal dari Meulaboh, Aceh Barat. Saat ini, kupiah meukutop banyak diproduksi pengrajin wanita di Pidie, terutama di Gampong Lampuenteut, Kecamatan Indrajaya.

"Saya telah menyerahkan sertifikat merek kupiah meukeutop yang diterima isteri Wakil Bupati Pidie, Wikan Wistihartati SH," jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, dalam pidatonya antara lain, menjelaskan, produk kupiah meukutop hasil pengrajin Pidie merupakan kemampuan yang dimiliki masyarakat dalam berinovasi sehingga lahir karyanya dari aktivitas.

Pendaftaran Merek Suatu Usaha Penting, Bukan Hanya Selembar Kertas, Begini Pesan Wabup Pidie 

"Ini menjadi satu kebanggaan bagi Pidie, bahwa kupiah meukutop telah didaftarkan ke DJKI Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta," jelasnya.

Tak hanya itu, kata Fadhlullah, halua bluek di Caleu dan apam Pidie juga harus dipatenkan.

Sebab, kuliner itu memiliki cita rasa berbeda dengan kuliner di kabupaten lain.

Menurutnya, dari sisi indikasi giografis, Kabupaten Pidie memiliki emping meulinjau yang kualitasnya bijinya berbeda dengan kabupaten lain. Bahkan, biji meulinjau hanya beberapa kecamatan di Pidie yang kwalitas bijinya sangat unggul.

Sehingga saat diolah menjadi emping meulinjau sangat bagus, karena memiliki serat getah yang baik.(*)

Baca juga: Resep Herbal Ala dr Zaidul Akbar, Begini Obat Flu Paling Ampuh, Bisa Dicoba di Rumah

Baca juga: Tingkatkan SDM, 55 Pekerja Konstruksi di Aceh Mendapat Bimtek Keselamatan Kerja

Baca juga: Rapat Banggar DPRA Panas, Pimpinan Gebrak Meja Kecewa Dengar Jawaban TAPA soal Penggunaan APBA 2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved