Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Amerika Serikat Prihatinkan Pertumbuhan Pesat Persenjataan Nuklir China

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken mengatakan prihatin dengan pertumbuhan pesat persenjataan nuklir China.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken mengatakan prihatin dengan pertumbuhan pesat persenjataan nuklir China.

Blinken mengatakan hal itu kepada menteri luar negeri dari negara-negara Asia Tenggara pada Jumat (6/8/2021).

Dia mengatakan Amerika Serikat prihatin dengan pertumbuhan yang cepat dari persenjataan nuklir China.

Tetapi, AS tidak mempertahankan perjanjian pengendalian senjata dengan China, lansir Axios, Minggu (8/8/2021).

Washington telah berulang kali mendorong Beijing untuk bergabung bersama Rusia dalam perjanjian trilateral untuk mencegah proliferasi senjata nuklir.

Baca juga: China Kecam AS Setelah Pentagon Setujui Penjualan Sistem Artileri Howitzer Ke Taiwan

Persenjataan China saat ini lebih kecil dari AS dan Rusia.

Tetapi intelijen AS memperkirakan akan terus berkembang pesat.

"AS juga mencatat keprihatinan mendalam dengan pertumbuhan pesat persenjataan nuklir RRT," kata juru bicara Kemlu AS, Ned Price.

Dia juga menyoroti bagaimana Beijing telah menyimpang dari strategi nuklirnya yang telah berusia puluhan tahun berdasarkan pencegahan minimum.

Blinken meminta China untuk menghentikan perilaku provokatifnya di Laut China Selatan.

Baca juga: Laut China Semakin Memanas dan Disebut Bakal Jadi Medan Perang, Indonesia Harus Waspada

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tibet, Hong Kong dan Xinjiang.

Sebuah laporan dari Federasi Ilmuwan Amerika yang diterbitkan bulan lalu memperkirakan China memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir.

Laporan itu lebih lanjut mengungkapkan China sedang membangun lapangan silo rudal nuklir kedua di Provinsi Xinjiang.

Di mana dapat meluncurkan rudal yang membawa hulu ledak nuklir.(*)

Baca juga: Pemerintah Libya Minta Warganya Divaksin, China Kirim Dua Juta Vaksin Covid-19 Sinopharm

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved