Kamis, 9 April 2026

Internasional

Tentara Suriah Gempur Provinsi Daraa, Puluhan Ribu Orang Lari Menyelamatkan Diri

Tentara Suriah menggempur habis-habisan Provinsi Daraa, sehingga terjadi pertempuran sengit. PBB telah menyerukan gencatan senjata di Provinsi Daraa

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pria menggendong seorang anak untuk menghindari pemboman pasukan pemerintah di kota Al-Bab yang dikuasai pemberontak, barat laut Aleppo, Suriah utara pada Jumat (6/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Tentara Suriah menggempur habis-habisan Provinsi Daraa, sehingga terjadi pertempuran sengit.

PBB telah menyerukan gencatan senjata di Provinsi Daraa, Suriah, di pertempuran sengit baru-baru ini memaksa 18.000 orang mengungsi.

Dilansir AP, Sabtu (7/8/2021), pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi bersenjata di provinsi selatan bulan lalu menewaskan sedikitnya 28 orang.

Bentrokan telah mereda selama seminggu terakhir.

Tetapi yang paling intens sejak pemerintah merebut kembali kendali wilayah itu dari pemberontak pada 2018.

“Meningkatnya permusuhan telah memaksa setidaknya 18.000 warga sipil meninggalkan Daraa Al-Balad sejak 28 Juli,” kata kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet.

Baca juga: Pertahanan Udara Suriah Jatuhkan Tembakan Tujuh Rudal Jet Tempur Israel

Serangan pemerintah difokuskan pada Daraa Al-Balad, distrik selatan ibukota provinsi Daraa dan bekas pusat oposisi yang terus menampung mantan pejuang pemberontak.

“Perlu ada gencatan senjata segera untuk meringankan penderitaan warga sipil di Daraa,” kata Bachelet.

Pasukan Suriah yang didukung Rusia dan pasukan sekutu merebut kembali provinsi Daraa dari pemberontak pada 2018.

Hal itu sebagai pukulan simbolis terhadap pemberontakan anti-pemerintah yang lahir di ibu kota provinsi tersebut pada 2011.

Ribuan pejuang dievakuasi di bawah kesepakatan yang ditengahi Moskow.

Baca juga: Tentara Suriah Serang Acara Pernikahanan Pemberontak Idlib, Dua Anak-anak Kembali Jadi Korban

Tetapi banyak mantan pemberontak juga tetap tinggal di provinsi itu, beberapa bergabung dengan pasukan rezim.

Lembaga-lembaga negara telah kembali ke provinsi tersebut tetapi tentara masih belum dikerahkan di beberapa daerah termasuk Daraa Al-Balad.

Bentrokan bulan lalu terjadi setelah pasukan pemerintah memperketat kontrol di sekitar Daraa Al-Balad.

Hal itu dalam upaya untuk menekan pejuang oposisi di sana untuk mundur ke wilayah yang dikuasai pemberontak di utara Suriah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved