Breaking News:

Korupsi

HMI Apresiasi Kejari Aceh Utara Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Monumen Islam Samudera Pasai

Penetapan tersangka pihak-pihak yang terlibat kasus tersebut adalah bagian dari awal dari penegakan hukum yang baik

Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, Muhammad Fadli mengapresiasi kinerja Keri Aceh Utara dalam mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai di Kecamatan, Samudera Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara mengapresiasi kinerja Keri Aceh Utara dalam mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai di Kecamatan, Samudera Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya Kejari Aceh Utara menetapkan tersangka terkait kasus dugaan tindak korupsi pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai bersumber dari APBN mencapai Rp 49,1 miliar.

“Penetapan tersangka pihak-pihak yang terlibat kasus tersebut adalah bagian dari awal dari penegakan hukum yang baik,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, Muhammad Fadli kepada Serambinews.com, Senin (9/8/2021).

HMI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara Serukan Pemboikotan Produk asal Perancis 

Apalagi kasus tersebut telah menjadi atensi publik, bahkan masyarakat juga mengetahui.

Karena itu masyarakat berterima kasih kepada KejaksaanNegeri Aceh Utara terutama kepada Kajari Aceh Utara Dr Diah Ayu Hartati Listiyarini Iswara Akbari, telah melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai penegak hukum.

MenurutFadli, ke depan perlu didorong upaya pencegahan korupsi yang tidak tebang pilih, dan mengedepankan kepentingan publik, dan kepastian hukum dalam mengungkap kasus ini.

"Siapapun yang diduga terlibat harus diungkap, baik itu pejabat pengguna anggaran, pembuat komitmen, pelaksana kontrak atau yang lainnya, karena kita semua sama diha dapan hukum 'Equality Before the law'," terang Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal ini.

HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara Buka Gerai Vaksin

HMI kata Fadli, akan terus mendorong upaya pengembangan kasus ini sampai nantinya diproses di pengadilan.

"Kita akan kawal dan memberikan atensi terhadap kasus ini, karena ini bagian dari partisipasi publik dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi,"

Untuk diketahui, Kejari Aceh Utara menetapkan lima tersangka yakni berinisial F selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), N selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), P selaku pengawas proyek serta T dan R masing-masing selaku rekanan.(*)

Baca juga: Aceh Siapkan Ekspor 39 Ton Pinang ke Thailand, Selain Ekspor 36-40 Ton Kopi ke Amerika Serikat

Baca juga: Ekspor Kopi Aceh 2020 Capai Rp 736,4 M, Tercatat di Bea Cukai, Tapi Banyak tak Terdata karena Ini

Baca juga: Kampung Hakim Bale Bujang Ikut Kontes Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Ini 3 Objek Wisata Utama

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved