Rabu, 22 April 2026

Internasional

Ayatollah Ali Khamenei Serukan Penghentian Penyebaran Covid-19 Sebagai Prioritas Pemerintah

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Rabu (11/8/)21) mengatakan menghentikan penyebaran Covid-19 merupakan prioritas mendesak.

Editor: M Nur Pakar
AP
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam sebuah pertemuan di Teheran, Iran pada Jumat (23/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Rabu (11/8/)21) mengatakan menghentikan penyebaran Covid-19 merupakan prioritas mendesak.

Dia menyerukan lebih banyak impor dan produksi vaksin, setelah rekor baru kematian dan Infeksi Virus Corona.

Kasus dan kematian Covid-19 di republik Islam itu telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir ini.

Para pejabat menggambarkan sebagai gelombang kelima yang disebabkan oleh virus Corona varian Delta yang sangat menular.

“Hari ini, masalah penyakit virus Corona adalah masalah utama dan mendesak negara ini,” kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi yang berfokus pada krisis kesehatan.

Khamenei mengatakan rekor jumlah korban benar-benar menyakitkan.

Baca juga: Iran Buru Pembangkang di Luar Negeri, Dibawa Pulang dan Dieksekusi

Dia dan menuntut upaya yang lebih besar untuk meningkatkan impor dan produksi dalam negeri atas vaksin Covid-19

Iran adalah negara Timur Tengah yang paling parah dilanda pandemi virus Corona.

iran telah mencatat lebih dari 95.600 kematian dan lebih dari 4,2 juta infeksi.

Otoritas kesehatan mengakui jumlah korban resmi meremehkan jumlah sebenarnya.

Dalam 24 jam terakhir, 42.541 orang dinyatakan positif virus Corona, beban kasus harian tertinggi di negara itu sejak awal pandemi.

Iran telah menggantungkan harapannya pada vaksinasi.

Tetapi kampanye yang diluncurkan pada Februari berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan.

Tersedak oleh sanksi AS yang mempersulit pengiriman uang ke luar negeri, Iran mengatakan sedang berjuang mengimpor vaksin untuk 83 juta penduduknya.

Pihak berwenang telah menyetujui penggunaan darurat dua vaksin yang diproduksi secara lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved