Info KPC PEN
Perusahaan Jepang Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kegiatan Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) secara virtual, Selasa (10/8) menga
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Terkait fenomena kebijakan beberapa negara yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke negara lain, perusahaan Jepang juga melakukan relokasi ke negara lain, khususnya Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Selasa (10/8/2021).
Dari total tujuh perusahaan multinasional yang telah berkomitmen untuk masuk ke Indonesia, terdapat tiga perusahaan Jepang yang akan merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke Indonesia.
Untuk diketahui, Jepang merupakan mitra yang penting bagi Indonesia. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global, hubungan antar kedua negara tetap terjalin kuat, bahkan masih terbuka ruang untuk penguatan hubungan yang bisa digali.
• Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, SMRC Sebut Kepercayaan Jokowi Kepada Airlangga Semakin Terlihat
Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jepang pada tahun 2020 mencapai 24,3 miliar USD. Selama periode 2018 hingga 2020 Jepang konsisten menduduki peringkat ke-3 sebagai tujuan ekspor utama Indonesia dengan nilai ekspor di Tahun 2020 mencapai 13,6 miliar USD. Kondisi ini terus berlanjut, dimana pada semester 1 - 2021, nilai ekspor Indonesia ke Jepang telah mencapai nilai 7,9 miliar USD.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kegiatan Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) secara virtual, Selasa (10/8) mengatakan, kerjasama ekonomi yang kuat ini akan tetap terjalin baik di masa yang akan datang.
• Airlangga Hartarto : Pemerintah Berusaha Tahan Laju Penyebaran Covid-19 dan Dampak Sosial
Bahkan akan terus meningkat yang didorong oleh pemanfaatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat kedua negara. Khususnya sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Dari sisi investasi, selama periode 2018 hingga Semester I - 2021 Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang yang masuk ke Indonesia mencapai 12,9 miliar USD.
Adapun Jepang menjadi negara terbesar ke-3 PMA yang masuk ke Indonesia selama periode tersebut. Sementara itu, total proyek PMA asal Jepang selama periode tersebut mencapai lebih dari 19 ribu proyek.
Hingga paruh pertama tahun 2021, PMA asal Jepang yang masuk ke Indonesia telah mencapai 1,04 miliar USD.
Pemerintah Indonesia mengharapkan PMA asal Jepang yang masuk di Tahun 2021 akan mampu melampaui realisasi di tahun 2020 yang mencapai 2,6 miliar USD.
• Airlangga: Tren kasus Covid-19 Menurun, Level 3 di Luar Jawa Boleh Belajar Tatap Muka
Membaiknya perekonomian Indonesia membawa dampak positif di sektor investasi. Dari sektor investasi, data Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 7,54 persen (year-on-year) di triwulan II-2021.
Dalam rangka meningkatkan iklim investasi, Pemerintah Indonesia telah melaunching Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko.
Diharapkan OSS ini dapat mempermudah pelaku usaha untuk memperoleh perizinan, serta mengurangi inkonsistensi dan interlocking regulasi antara pusat dan daerah. (*)
Baca juga: Luar Biasa, 10 Keutamaan Sholat Tahajud, Diampuni Dosa, Kerjakan Minimal 2 Rakaat di Sepertiga Malam
Baca juga: Maroah Pergi ke Jakarta Bareng Pacar, Lalu ART Asal Pemalang Itu Tewas Terbungkus Kardus
Baca juga: Banda Aceh Berlakukan PPKM Level 4, Satpol PP dan WH Tingkatkan Razia, Ini Sasarannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menko-airlangga-hartarto_penanganan-covid-19_semua-aspek.jpg)