Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Terkait Renovasi Rumah Dinas, Ini Tanggapan Ketua DPRK Aceh Tengah

“Seringkali kita menerima tamu dengan kondisi rumah dinas yang sempit,” kata Arwin Mega.

Penulis: Mahyadi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega. 

“Seringkali kita menerima tamu dengan kondisi rumah dinas yang sempit,” kata Arwin Mega.

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Arwin Mega, menanggapi positif adanya kritik dari sejumlah aktivis terkait dengan rencana renovasi serta pembuatan paviliun di rumah dinasnya di tengah pandemi Covid-19.

Politisi PDI Perjuangan ini, dalam pers releasenya yang diterima Serambinews.com, Kamis (12/8/2021) menyebutkan, jika renovasi rumah dinas tersebut, sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada saat ini.

“Seringkali kita menerima tamu dengan kondisi rumah dinas yang sempit,” kata Arwin Mega.

Selain itu, lanjutnya, renovasi dibutuhkan untuk menampung tamu tamu dari luar daerah karena selama ini, terpaksa dilakukan di luar rumah dinas mengingat kondisi rumah dinas yang sempit.

“Setelah dilakukan evaluasi, jika kegiatan dilaksanakan di luar, justru berisiko karena kita masih dilanda pandemi Covid-19,” lanjut Arwin Mega.

Dia menambahkan, dengan direnovasinya rumah dinas Ketua DPRK Aceh Tengah, sehingga beberapa kegiatan bisa dilaksanakan di area rumah dinas .

Baca juga: Renovasi Rumah Dinas Ketua DPRK Aceh Tengah Disorot, Dinilai Pemborosan Anggaran Saat Pandemi Covid

Sehingga bisa diterapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Tapi biar bagaimana pun, kami mengaspresiasi  saran dan kritik yang disampaikan. Tentu, antar sesama kita saling mengingatkan. Kami juga sangat memahami, situasi di tengah pandemi Covid-19, apalagi Aceh Tengah, bersatus sebagai zona merah,” ucapnya.

Disisi lain, Arwin Mega menuturkan, jika pihaknya ikut mendorong agar beberapa tempat wisata tetap dibuka meskipun Aceh Tengah, masih berstatus sebagai zona merah.

Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Saran kami terkait dengan pembukaan objek wisata, disambut positif oleh pihak eksekutif seperti even camping serta kegiatan wisata lainnya. Jika sektor pariwisata dibuka, tentu akan membantu ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivis menyoroti renovasi rumah dinas Ketua DPRK Aceh Tengah dengan nilai anggaran dari APBK Tahun 2021, sebesar Rp 483 juta.

Pembuatan paviliun di rumah dinas tersebut, dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran di tengah pandemi Covid-19. (*)

Baca juga: Anggota DPRK Aceh Tengah Minta Dinas PUPR Antisipasi Potensi Ruas Jalan Amblas di Kecamatan Ketol 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved