Minggu, 12 April 2026

Internasional

Taliban Tidak Serang Kabul, Inginkan Penyerahan Kekuasaan Secara Damai

Pejuang Taliban yang telah menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan mulai memasuki Ibu Kota Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Pejuang Taliban yang telah menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan mulai memasuki Ibu Kota Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Hal itu menjadi keuntungan dramatis bagi Taliban, saat memasuki pinggiran ibukota Kabul.

Saat bersamaa, AS mengerahkan pasukan untuk mengevakuasi ribuan orang, termasuk staf kedutaan, kata pejabat pemerintah.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk merilis informasi menambahkan tidak ada pertempuran.

Namun, dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/8/2021), juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan:

“Mujahidin Imarah Islam tidak berniat memasuki Kabul dengan paksa atau perang, tetapi mengadakan pembicaraan dengan pihak lain untuk masuk secara damai ke Kabul. ”

Baca juga: Iran Minta Taliban Beri Jaminan Keamanan Diplomatnya di Herat, Afghanistan

Dia tidak menjelaskan siapa pihak lain itu, tetapi meyakinkan warga Afghanistan bahwa, kehidupan, kehormatan, dan harta benda orang akan dilindungi.

Dikatakan, sebelum memerintahkan Taliban untuk tetap di gerbang Kabul dan menghindari balas dendam.

Penjabat menteri dalam negeri Abdul Sattar Mirzakawal dalam pesan video mengkonfirmasi pembicaraan tentang pembentukan pemerintahan transisi.

“Masyarakat Kabul tidak perlu khawatir, kota ini aman dan siapa pun yang menyebabkan kekacauan akan ditangani dengan tegas," kata Mirzakawai.

"Keamanan kota terjamin, kota tidak akan diserang," tambahnya.

"Kesepakatannya adalah menyerahkan kekuasaan secara damai kepada pimpinan pemerintahan transisi insya Allah... Kabul aman, yakinlah," katanya dalam rekaman pidato.

Baca juga: Komandan Milisi Afghanistan Ismail Khan Ditangkap, Seusai Taliban Rebut Herat

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan pasukan di pangkalan udara Bagram, rumah bagi penjara yang menampung 5.000 narapidana, telah menyerah kepada Taliban.

Kepala Distrik Bagram Darwaish Raufi mengatakan menyerahkan satu kali pangkalan Amerika itu kepada para pemberontak.

Penjara itu menampung para pejuang Taliban dan ISIS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved