Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Taliban Tidak Serang Kabul, Inginkan Penyerahan Kekuasaan Secara Damai

Pejuang Taliban yang telah menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan mulai memasuki Ibu Kota Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman, Afghanistan, Minggu (15/8/2021) 

Itu terjadi saat Taliban memasuki pinggiran Kabul.

Kantong perlawanan terakhir di kota besar Mazar-i-Sharif jatuh ke tangan Taliban pada Sabtu (14/8/2021) malam.

Pada Minggu (15/8/2021), kelompok itu telah merebut kota kunci Jalalabad di timur dan daerah yang berdekatan dari Laghman dan Maidan Wardak sekitar 20 km di sebelah barat Kabul, kata mereka.

Dengan kemenangan terakhir, sejak lonjakan serangan lebih dari seminggu yang lalu, Taliban mengendalikan semua penyeberangan perbatasan utama dengan negara-negara tetangga.

Baca juga: Jenderal Muda Afghanistan Tingkatkan Reputasinya Melawan Taliban di Medan Perang

Selain Kabul, mereka telah merebut semua kota besar dan beberapa bandara di Afghanistan.

Penaklukan tersebut dipandang sebagai pukulan berat bagi kekuatan Presiden Ashraf Ghani yang semakin berkurang.

Ketika pasukan asing pimpinan AS yang tersisa ditarik pada 31 Agustus 2021.

Dalam menghadapi keuntungan Taliban dan ketakutan akan memburuknya keamanan, pasukan AS tiba di Kabul pada Sabtu (14/8/2021) untuk mengevakuasi ribuan orang.

Termasuk staf kedutaan, karyawan Afghanistan dan keluarga mereka, menurut laporan media.

Para ahli mengatakan Kabul bisa segera jatuh ke tangan Taliban.

“Pemerintah sekarang hanya terbatas di Kabul," kata Taj Mohammad, seorang analis yang berbasis di Kabul, mengatakan kepada Arab News.

Baca juga: Taliban Mulai Kepung Kota Kabul, Kedubes Amerika di Afghanistan Bakal Hancurkan Dokumen Sensitif

Dikatakan, beberapa provinsi lain yang rentan terhadap serangan Taliban atau pihak berwenang juga menyerah kepada Taliban.

“Kejatuhan kota-kota besar dan kecil terjadi dengan cara yang sangat dramatis, dan siapa yang tahu seberapa cepat daerah lain, termasuk Kabul, akan jatuh,” tambahnya.

Selain Mazar-i-Sharif, beberapa ibu kota provinsi jatuh ke tangan kelompok pemberontak tanpa banyak perlawanan.

Kepala pasukan pemberontakan publik yang ditunjuk pemerintah, Ustad Atta Mohammad, mengatakan kota itu, yang dekat dengan perbatasan dengan Uzbekistan diambil alih.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved