Breaking News:

Seleksi Imam

Uni Emirat Arab Buka Seleksi Imam Masjid, Kepala Kemenag Ajak Mubaliq Aceh Ikut Mendaftar

Harapan kita semua ada mubalig asal Aceh yang bisa menjadi imam di luar negeri, sehingga apa yang dipelajari di negeri sendiri bisa menjadi syiar di n

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Kemenag.go.id
Kakankemenag Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan kesempatan ini merupakan peluang bagi mubalig asal Provinsi Aceh untuk menjadi imam masjid dan mubalig di Timur Tengah khususnya Uni Emirat Arab. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia kembali membuka kesempatan bagi mubalig asal Indonesia untuk mengikuti seleksi calon imam masjid yang akan ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA).

Seleksi akan dilangsungkan secara virtual pada 25-27 Agustus 2021.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg kepada Serambinews.com, Sabtu (14/8/2021) menyampaikan, kesempatan ini merupakan peluang bagi mubalig asal Provinsi Aceh untuk menjadi imam masjid dan mubalig di Timur Tengah khususnya Uni Emirat Arab.

"Harapan kita semua ada mubalig asal Aceh yang bisa menjadi imam di luar negeri, sehingga apa yang dipelajari di negeri sendiri bisa menjadi syiar di negara lain. Kita tahu Indonesia adalah negara yang heterogen yang menjunjung tinggi nilai toleransi, mungkin ini juga salah pelajaran yang bisa kita ajarkan di UEA," katanya.

Mantan Imam Masjid Agung Darusshalihin Terpilih Jadi Keuchik, Ini yang Ingin Diwujudkannya

Terkait dengan pendaftaran, kata Iqbal, terbuka bagi masyarakat yang memenuhi syarat, paling lambat 22 Agustus 2021.

Bagi yang berminat dapat mengisi formulir pendaftaran dengan mengakses laman bimasislam.kemenag.go.id menu " Seleksi Imam Masjid".

"Ini merupakan kesempatan yang langka, peluang terbuka lebar bagi anda semua serta tidak dipungut biaya apa pun," ujarnya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat Daya ini menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta.

Gubernur Mekkah Bersama Imam dan Khatib Masjidil Haram Kunjungi Pusat Layanan Haji

Di antaranya, memiliki hafalan Alquran 30 juz, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu tajwid baik teori maupun praktik dengan baik, memiliki suara yang merdu dan bacaan yang fasih, menguasai ilmu fiqh, menguasai bahasa Arab.

Selain itu memahami retorika dakwah, tidak bergabung dengan partai politik, mampu berdakwah, memiliki akhlak yang baik, berpamahaman ahlussunnah wal jamaah dengan manhaj wasathiyah, sudah menikah atau berusia minimal 25 tahun.

"Kita tahu banyak anak Aceh yang mempunyai hafalan Alquran yang baik serta menguasai keilmuan terutama fiqh. Ini merupakan kesempatan, jangan disia-siakan. Kami harap akan banyak peserta asal Aceh yang mengikuti seleksi ini," kata Iqbal.(*)

Baca juga: BTPN Syariah Siap Bersaing di Pembiayaan Ultra Mikro

Baca juga: Telkomsel Luncurkan IoT Envion,  Untuk Optimasi Sistem Manajemen Energi Perusahaan

Baca juga: Kesehatan Menurun, Wali Nanggroe tak Hadir pada Peringati Hari Damai Aceh, Sampaikan Pesan Virtual

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved