Rabu, 15 April 2026

Berita Luar Negeri

Inggris Serukan Negara Lain tak Mengakui Taliban Sebagai Pemerintah Afghanistan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan tegas mengatakan pada hari Minggu (15/8) bahwa dirinya tidak mengakui Taliban

Editor: Muhammad Hadi
TWITTER/Boris Johnson
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dengan tegas mengatakan pada hari Minggu (15/8/2021) bahwa dirinya tidak mengakui Taliban. Johnson juga menyarankan agar tidak ada pihak yang secara bilateral mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan 

SERAMBINEWS.COM - Taliban berhasil menguasai ibu kota Kabul, Afganistan.

Keberhasilan ini dengan mudah diraih setelah berbagai ibu kota provinsi satu per satu jatuh ke tangan Taliban.

Bahkan berbagai kota yang jatuh ke tangan Taliban nyaris tanpa perlawanan berarti. 

Kini Taliban yang ingin menyusun pemerintahan baru Afghanistan bakal berhadapan dengan pengakuan internasional.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan tegas mengatakan pada hari Minggu (15/8) bahwa dirinya tidak mengakui Taliban.

Baca juga: Ini Alasan Presiden Afghanistan Tinggalkan Negaranya Sebelum Taliban Masuk Kota Kabul

Johnson juga menyarankan agar tidak ada pihak yang secara bilateral mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan.

 "Kami tidak ingin siapa pun secara bilateral mengakui Taliban," kata Johnson, seraya mendesak sekutunya untuk bekerja sama di Afghanistan melalui mekanisme seperti PBB dan NATO.

Lebih lanjut, Johnson bertekad untuk mencegah Afghanistan kembali menjadi tempat berkembang biaknya teror melalui kerja sama dengan semua pihak yang sejalan dengan sikap Inggris.

Sama seperti banyak negara lainnya, Inggris juga mulai mengevakuasi warga negaranya yang ada di Kabul, termasuk para diplomat dan pejabat.

Baca juga: Taliban Menang, Perang Afghanistan Berakhir, Inilah Para Pemimpin Utama Taliban Akan Berkuasa 

"Duta Besar Inggris bekerja sepanjang waktu, telah berada di bandara untuk membantu prosesnya," ungkap Johnson, seperti dikutip Reuters.

Johnson juga mengakui bahwa keputusan AS untuk menarik pasukannya dari Afghanistan telah mempercepat pergerakan Taliban di negara tersebut.

Pada Minggu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dia telah meninggalkan negaranya untuk menghindari pertumpahan darah ketika Taliban memasuki ibu kota Kabul.

Baca juga: Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Suku Badui Saat Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen Senayan

"Taliban meraih kemenangan dalam penghakiman dengan pedang dan senapan.

Mereka kini memiliki tanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran dan harga diri rekan-rekan kita," kata Ghani, seperti dikutip Reuters.

Juru bicara kantor politik Taliban mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa perang di Afghanistan telah berakhir dan jenis pemerintahan dan bentuk rezim baru akan segera terbentuk.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul PM Inggris: Jangan ada yang mengakui kekuasaan Taliban

Baca juga: Harga Emas Hari Ini, Senin 16 Agustus 2021, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram

Baca juga: 16 Tahun Damai Aceh, Mualem: Tidak Lama Lagi Kita Dapat Keberhasilan

Baca juga: Kuasai Istana Presiden, Taliban Nyatakan Perang di Afghanistan Berakhir, Dubes AS Lari ke Bandara

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved