Luar Negeri
Taliban Bicara Pemerintahan Baru di Afghanistan
Shaheen mengatakan, masih terlalu dini untuk mengungkapkan bentuk pemerintahan yang baru dan siapa saja yang mengisi pos-pos jabatan penting.
SERAMBINEWS.COM - Setelah menduduki Kabul, Taliban mengatakan pemerintah Afghanistan yang baru akan terdiri dari warga Afghanistan non-Taliban.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Taliban Sohail Shaheen kepada Nic Robertson dari CNN, Minggu (15/8/2021) dalam sebuah wawancara virtual.
Shaheen mengatakan, masih terlalu dini untuk mengungkapkan bentuk pemerintahan yang baru dan siapa saja yang mengisi pos-pos jabatan penting.
Kendati demikian, dia menuturkan bahwa sejumlah tokoh terkenal akan menjadi bagian dari pemerintahan yang baru.
“Ketika kami mengatakan pemerintah Islam inklusif Afghanistan, itu berarti bahwa warga Afghanistan lainnya juga memiliki partisipasi dalam pemerintahan,” tutur Shaheen.
Saat ditanya apakah kelompoknya bakal merekrut tentara dan polisi Afghanistan untuk bergabung dengan pasukan keamanan Taliban, Shaheen menjawab semua orang yang menyerahkan senjata dan bergabung dengan pasukan Taliban akan diberikan pengampunan.
Selain itu, Shaheen juga menjamin nyawa dan harta benda mereka yang menyerah akan aman.
Dia menambahkan, Taliban membuat daftar nama dan mereka yang masuk dalam daftar tersebut akan digunakan sebagai kekuatan "cadangan" dan dipanggil sesuai kebutuhan.
Sebelumnya, Juru bicara Taliban urusan politik Mohammad Naeem mengatakan kepada Al Jazeera Mubasher TV pada Minggu bahwa perang di Afghanistan telah berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Naeem beberapa saat setelah Taliban memasuki ibu kota Afghanistan, Kabul.
Dia menuturkan, Taliban meyakinkan semua orang bahwa mereka akan memberikan keamanan bagi warga negara dan misi diplomatik.
"Kami siap untuk berdialog dengan semua tokoh Afghanistan dan akan menjamin perlindungan yang diperlukan mereka," kata Naeem kepada saluran yang berbasis di Qatar tersebut.
Dia mengungkapkan, kelompok itu membuat setiap langkah secara bertanggung jawab dan ingin berdamai dengan semua orang sebagaimana dilansir Reuters.
Baca juga: Warga Berlarian ke Bandara Hendak Tinggalkan Afghanistan, Taliban Janji Tidak Akan Ada Balas Dendam
Baca juga: Beredar Video Taliban Bebaskan Ribuan Tahanan ISIS dan Al Qaeda dari Penjara Kabul
Perang telah Usai
Pada Minggu (15/8/2021), Juru bicara Taliban urusan politik Mohammad Naeem mengatakan kepada Al Jazeera Mubasher TV bahwa perang telah usai.
Pernyataan tersebut disampaikan Naeem beberapa saat setelah Taliban memasuki ibu kota Afghanistan, Kabul.
Setelah Taliban memasuki Kabul pada Minggu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dilaporkan meninggalkan Afghanistan.
Ghani beralasan, dia ingin menghindari pertumpahan darah.
Beberapa orang di media sosial mengecamnya sebagai pengecut.
Jatuhnya Kabul ke tangan Taliban tak terlepas dari hengkangnya pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Awalnya, AS bakal menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan dengan tempo 11 September 2021.
“Negeri Paman Sam” mengatakan pasukannya bakal ditarik secara bertahap mulai Mei.
Sejak saat itu, 50 dari 370 distrik di Afghanistan telah jatuh di tangan Taliban sejak Mei, saat dilanjutkannya penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Rupanya, penarikan pasukan asing maju dari jadwal.
Pada awal Juni ini, lebih dari 50 persen tentara AS yang ada di Afghanistan telah dipulangkan.
Setelah itu, militer AS bungkam dan enggan memerinci lagi soal upaya penarikan pasukannya.
Pada awal Juli, Kementerian Pertahanan AS mengumumkan, progres penarikan pasukannya dari Afghanistan mencapai 90 persen.
Sisanya, 10 persen pasukan AS yang ada di Afghanistan, akan dipulangkan pada akhir Agustus alias beberapa hari sebelum tenggat penarikan yakni pada 11 September.
Baca juga: VIDEO - Pansus DPRA Tagih Dana 20 Miliar ke Pemerintah Aceh Untuk Pembangunan Masjid Giok
Baca juga: VIDEO - Algojo Eksekusi 20 Kali Cambuk Kepada Dua Pemain Chip Domino
Baca juga: Dana Otsus Papua Dinaikkan, Diharapkan Berdampak Pada Kesejahteraan Rakyat
Kompas.com dengan judul "Pemerintahan Baru di Afghanistan Berisi Warga Non-Taliban"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/taliban-kuasai-jalalabad-afghanistan.jpg)