Internasional
Penjarahan Menyebar di Rumah Diplomat Kelas Atas Afghanistan
Warga Afghanistan melaporkan penjarahan di beberapa bagian kota, termasuk distrik diplomatik kelas atas.
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Warga Afghanistan melaporkan penjarahan di beberapa bagian kota, termasuk distrik diplomatik kelas atas.
Pesan yang beredar di media sosial menyarankan orang untuk tetap di dalam dan mengunci gerbang mereka.
Dalam kekalahan yang menakjubkan, Taliban merebut hampir seluruh Afghanistan hanya dalam waktu seminggu.
Taliban sebelumnya bersikeras pejuang mereka tidak akan memasuki rumah orang atau mengganggu bisnis.
Bahkan, Taliban mengatakan akan menawarkan amnesti kepada mereka yang bekerja dengan pemerintah Afghanistan atau pasukan asing.
Tetapi ada laporan pembunuhan balas dendam dan taktik brutal lainnya di wilayah negara yang telah direbut Taliban dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Wali Kota Wanita Pertama Afghanistan Menunggu Taliban Membunuhnya
Laporan tembakan di bandara meningkatkan momok kekerasan lebih lanjut.
Seorang jurnalis wanita, menangis, mengirim pesan suara kepada rekan-rekannya setelah pria bersenjata memasuki gedung apartemennya dan menggedor pintunya.
"Apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya menelepon polisi atau Taliban?” tanya Getee Azami sambil menangis.
Tidak jelas apa yang terjadi padanya setelah itu.
Seorang mahasiswa Afghanistan menggambarkan perasaan dikhianati ketika dia menyaksikan evakuasi Kedutaan Besar AS.
“Anda mengecewakan generasi muda Afghanistan,” kata Aisha Khurram (22).
Baca juga: Taliban Kunjungi Rumah Dua Jurnalis Wanita, Keduanya Terguncang
Minggu dimulai dengan Taliban merebut Jalalabad, kota besar terakhir selain ibu kota tidak di tangan mereka.
Para pejabat Afghanistan mengatakan gerilyawan juga merebut ibu kota provinsi Maidan Wardak, Khost, Kapisa dan Parwan.
Serta pos perbatasan terakhir yang dipegang pemerintah negara itu.
Kemudian, pasukan Afghanistan di Pangkalan Udara Bagram, rumah bagi penjara yang menampung 5.000 narapidana, menyerah kepada Taliban, menurut kepala distrik Bagram Darwaish Raufi.
Penjara di bekas pangkalan AS itu menampung para pejuang Taliban dan kelompok ISIS.(*)
Baca juga: Taliban Keluarkan Amnesti Umum, Desak Kaum Perempuan Bergabung dengan Pemerintahan Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalanan-sepi-di-kabul-afghanistan.jpg)