Internasional
Taliban Kuasai Afghanistan, Pangeran Harry Angkat Bicara
Pangeran Harry dari Inggris angkat bicara atas keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan. Dalam pernyataan bersama dengan Dominic Reid, CEO Harry's
SERAMBINEWS.COM, LOS ANGELES - Pangeran Harry dari Inggris angkat bicara atas keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan.
Dalam pernyataan bersama dengan Dominic Reid, CEO Harry's Invictus Games, Duke of Sussex mendorong veteran militer untuk mencari dukungan satu sama lain saat situasi terus berlanjut.
" Apa yang terjadi di Afghanistan bergema di seluruh komunitas Invictus internasional ," bunyi pernyataan mereka, yang dibagikan di akun Twitter Invictus Games Foundation.
"Banyak negara dan pesaing yang berpartisipasi dalam keluarga Invictus Games terikat oleh pengalaman bersama melayani di Afghanistan selama dua dekade terakhir," tambahnya.
"Selama beberapa tahun, kami telah berkompetisi bersama Tim Invictus Games Afghanistan," ujar Pangeran Harry, seperti dilansir The People, Selasa (17/8/2021).
Baca juga: Taliban Minta Warga Tenang, Dilarang Takut-takuti Warga Sipil
“Kami mendorong semua orang di seluruh jaringan Invictus dan komunitas militer untuk saling menjangkau dan menawarkan dukungan satu sama lain,” pernyataan itu menyimpulkan.
Harry bertugas di Angkatan Darat Inggris selama 10 tahun dan sempat dikerahkan ke Afghanistan dua kali.
Dia mendirikan Invictus Games pada tahun 2014 untuk memanfaatkan kekuatan olahraga untuk menginspirasi pemulihan dan mendukung rehabilitasi.
Termasuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas dan rasa hormat bagi mereka yang melayani negara masing-masing.
Setelah mengambil alih beberapa kota lain di Afghanistan, Taliban memasuki ibu kota Kabul pada hari Minggu (15/8/2021).
Hal itu sebagai pemicu runtuhnya pemerintah ketika Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu dan militer AS melanjutkan rencana penarikannya.
Baca juga: Taliban Kunjungi Rumah Dua Jurnalis Wanita, Keduanya Terguncang
Pengambilalihan itu telah menimbulkan ketakutan dan kekacauan karena ribuan orang berusaha meninggalkan negara itu.
Kembali pada Juni 2021, Harry berbicara setelah 10 anggota The HALO Trust (Organisasi Pendukung Kehidupan Area Berbahaya) tewas.
Mereka mendapat serangan kelompok bersenjata di sebuah kamp pembersihan ranjau di Afghanistan.
Sebanyak 16 orang lainnya dari organisasi tersebut, yang bekerja untuk menghilangkan puing-puing yang ditinggalkan oleh perang, terluka juga tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pangeran-harry-di-inggris.jpg)