Breaking News:

Feature

Terjebak PPKM di Jakarta, Balita Bocor Jantung asal Aceh Tamiang tidak Dirawat di RS

“Sebelumnya kami di RSUZA, dirujuk ke Jakarta tanggal 23 Juni, tapi tidak bisa dirawat karena PPPKM, ruangan terbatas,” kata Lukman Syarif, ayah Habib

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Habib Al Fitrah bersama ibunya saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Lukman berharap, ada perhatian lebih dari manajemen RS karena berdasarkan scan pada 10 Agustus 2021, anak keduanya itu mengalami tiga jenis sakit serius, yaitu penyempitan saluran pernapasan, kebocoran jantung dan letak jantung agak berbeda.

“Sampai sekarang belum bisa jalan, dada kirinya sedikit bengkak,” jelasnya.

Menurutnya, gejala ini sudah terlihat sejak Habib lahir.

Namun baru terlihat parah, ketika Habib berusia 11 bulan.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Mulai Membaik Pascaoperasi, Bocah Bocor Jantung Ini Dibolehkan Pulang ke Abdya

Lukman mengaku, belum mendapat kepastian sampai kapan jadwal berobat di Jakarta selesai.

Tidak adanya kepastian ini, mulai membuatnya resah karena pengeluaran di Jakarta terlalu besar untuk ukuran montir sepeda motor seperti dirinya.

Diakuinya, keberangkatannya ke Jakarta menggunakan donasi yang dikumpulkan masyarakat sebesar Rp 35 juta.

Uang ini sudah berkurang jauh karena dipakai untuk membayar sewa rumah, kebutuhan hidup, dan membeli obat-obatan.

“Tidak semua obat ditanggung BPJS, sebagian besar beli di luar, harganya pun mahal. Kalau terlalu lama di sini, saya takut kehabisan uang,” ujarnya lirih. (*)

Baca juga: Direktur Eddie Foundation Bantu Aqila Humaira, Bocah Bocor Jantung Asal Jangka

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved