Evakuasi Warga dari Kabul Berlanjut, Meski Taliban Janjikan Perdamaian
Meski Taliban menjanjikan perdamaian, menghormati hak-hak perempuan, serta memberi kebebasan bagi media dan amnesti untuk pejabat pemerintah
Pernyataan Mujahid itu diperkuat juru bicara Taliban lainnya, Suhail Shaheen, yang berujar bahwa sekolah diizinkan tetap mengajar murid putri. Diwartakan Daily Mail, pada periode pertama kekuasaannya, pemberontak melarang wanita belajar setelah mereka berusia delapan tahun. Mereka juga dilarang untuk berhubungan dengan pria lain atau keluar rumah tanpa mendapatkan pengawalan dari keluarga atau suaminya. Jika ada yang melanggar, hukuman bagi wanita itu akan digelar secara terbuka, mulai dari dipukul hingga dihukum mati dengan cara dirajam.
Presiden sementara
Informasi lain, Wakil Presiden Pertama Afghanistan, Amrullah Saleh, mengumumkan bahwa dirinya adalah presiden sementara yang sah pada Selasa (17/8/2021). Pengumuman tersebut disampaikan Saleh setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu ketika Taliban merebut Kabul pada Minggu (15/8/2021). Melansir Reuters, dia mengaku masih berada di Afghanistan. Namun keberadaannya secara pasti masih belum diketahui.
Amrullah Saleh meminta rakyat Afghanistan untuk menunjukkan bahwa Afghanistan bukanlah Vietnam. Video-video warga Afghanistan yang berebut naik pesawat militer AS ketika hendak lepas landas membangkitkan kenangan situasi yang hampir mirip dengan Vietnam. Saleh menambahkan, rakyat Afghanistan tak kehilangan semangat dan mampu melihat ke depan, tidak seperti AS dan NATO.
“Peringatan yang tidak berguna sudah selesai, bergabunglah dengan kelompok perlawanan," ujar Saleh. Saleh juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mau tunduk di hadapan Taliban. Dia menegaskan tidak akan mengkhianati Ahmad Shah Massoud, pemimpin Aliansi Utara yang dibunuh oleh dua mata-mata Al-Qaeda sebelum serangan 11 September 2001 di AS. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pejuang-taliban-melewati-salon-di-kabul-afghanistan.jpg)