Senin, 27 April 2026

Poster Wanita di Jalanan Kabul Dicat sampai Dirusak, Sebut Tidak Sesuai Syariat

Poster wanita di jalanan Kabul Afghanistan dirusak dengan cara disemprot dengan cat dan beberapa dirobek.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
AFP
Seorang pejuang Taliban berjalan melewati salon kecantikan dengan gambar wanita yang dirusak menggunakan cat semprot di Shar-e-Naw di Kabul pada 18 Agustus 2021. (AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Poster wanita di jalanan Kabul Afghanistan dirusak dengan cara disemprot dengan cat dan beberapa dirobek.

Poster atau gambar-gambar wanita di jalanan ditutupi semenjak Taliban menguasai negara tersebut.

Melansir dari Asian Age, Kamis (19/8/2021) sejak dua dekade terakhir AS menggulingkan Pemerintahan Taliban, salon-salon kecantikan yang sebelumnya dilarang oleh Taliban menjadi menjamur di Kabul.

Salon kecantikan tersebut melayani konsumen seperti salon pada umumnya, yakni perdagangan make-up dan melakukan perawatan tubuh.

Namun, semenjak Taliban mengambil alih kekuasaan, salon-salon kecantikan kembali ditutup karena dianggap melanggar syariah.

Selain menutup salon, Taliban juga mengecat gambar wanita di sepanjang jalan.

Salon-salon di seputaran Kabul terlihat tertutup dengan pasukan Taliban berjaga-jaga dengan membawa senjata.

Baca juga: Teka-teki Pelarian Presiden Afghanistan dari Taliban Terjawab, Ternyata Negara Ini yang Menampungnya

Taliban Tidak Izinkan Wanita Bekerja

Selama pemerintahan 1996-2001 yang dijalankan Taliban, kelompok yang kembali merebut kekuasaan dari pemimpin Afghanistan yang didukung Amerika Serikat, terkenal karena melarang perempuan bersekolah.

Mereka juga mencegah perempuan bekerja yang bisa mengadakan interaksi dengan laki-laki. 

Taliban juga menerapkan hukum Syariat dengan melempari batu sampai mati secara terbuka terhadap perempuan yang dituduh berzina.

Interpretasinya yang sangat ketat terhadap hukum syariah juga membentuk polisi agama untuk menekan "kejahatan".

Sejak kembali berkuasa, kelompok tersebut telah berjanji untuk menghormati hak-hak perempuan.

Baca juga: Wanita Afghanistan Tetap Takut dengan Pemerintahan Taliban: Saya Lebih baik Mati

Seorang juru bicara kelompok tersebut di Qatar mengatakan kepada Sky News Inggris bahwa wanita tidak akan diharuskan mengenakan burqa yang menutupi semua, meskipun dia tidak mengatakan pakaian apa yang dapat diterima.

Suhail Shaheen juga mengatakan kelompok itu akan mengizinkan perempuan untuk belajar di universitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved