Breaking News:

Internasional

Jerman Minta AS Bertanggungjawab, Tanggung Dana Perlindungan Pengungsi Afghanistan

Anggota terkemuka blok Uni kanan-tengah Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (19/8/2021) menyerukan Amerika Serikat (AS) bertanggungjawab atas

Editor: M Nur Pakar
AFP/Shakib RAHMANI
Ratusan warga Afghanistan mengantre naik pesawat militer AS di bandara militer Kabul, Kamis (19/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Anggota terkemuka blok Uni kanan-tengah Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (19/8/2021) menyerukan Amerika Serikat (AS) bertanggungjawab atas Afghanistan.

AS harus menyediakan dana perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari Taliban, Afghanistan.

“Amerika Serikat memikul tanggung jawab utama atas situasi saat ini,” kata Gubernur Bavaria Markus Soeder.

“Karena keputusan mereka untuk meninggalkan Afghanistan, di beberapa bagian terlalu tergesa-gesa, mereka memiliki tanggung jawab utama," jelasnya.

Soeder mencatat AS telah memberikan jaminan keamanan untuk evakuasi orang asing dan staf lokal dari Kabul, seperti dilansir AP, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Kemenangan Taliban di Afghanistan, Dinilai Sebagai Memudarnya Kekuatan Militer AS

Tetapi, harus melakukan hal yang sama hal memberikan dukungan keuangan kepada negara-negara tetangga, terutama UNHCR dan, jika perlu pengungsi itu sendiri.

Badan pengungsi PBB mengatakan sebagian besar pengungsi setelah terjadi di Afghanistan.

Tetapi beberapa pejabat di Jerman sudah memperingatkan akan terulangnya krisis migran 2015.

Dimana, telah menyebabkan ratusan ribu orang dari Asia dan Afrika datang ke Eropa.

Soeder, yang memimpin Serikat Sosial Kristen khusus Bavaria, mengatakan kekhawatiran tentang masuknya pendatang baru tidak boleh dimanfaatkan.

Dalam kampanye pemilihan nasional Jerman yang akan datang.

Baca juga: Taliban Menembak dan Membunuh Wanita Afghanistan Tanpa Burqa

“Tentunya perlu dipastikan tidak ada pergerakan orang yang tidak terkendali,” katanya.

“Tetapi saya juga mengatakan bahwa tidak adanya pengulangan tahun 2015 bagi kami berarti tidak ada instrumentalisasi pertanyaan migrasi … dalam kampanye pemilihan," ujarnya.

Soeder, yang kalah dalam upaya untuk menjadi kandidat Uni untuk menggantikan Merkel , dikritik keras pada 2018 karena berbicara tentang perlunya menindak pariwisata suaka.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved