Internasional
Laporan Pembunuhan Taliban Memicu Ketakutan Warga Afghanistan
Laporan pembunuhan yang ditargetkan di daerah yang dikuasai Taliban meningkat pada Jumat (20/8/2021).
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Laporan pembunuhan yang ditargetkan di daerah yang dikuasai Taliban meningkat pada Jumat (20/8/2021).
Hal itu memicu kekhawatiran bahwa mereka akan mengembalikan Afghanistan ke aturan represif yang mereka terapkan ketika mereka terakhir berkuasa.
Bahkan ketika mereka mendesak para imam untuk mendorong pesan kebersamaan dalam shalat Jumat.
Ketakutan penguasa de facto baru akan melakukan pelanggaran seperti itu, telah menyebabkan ribuan orang berlarian ke bandara Kabul, seperti dilansir AFP, Jumat (20/8/2021).
Atau menyeberang perbatasan dengan putus asa untuk melarikan diri, menyusul serangan dahsyat Taliban di seluruh negeri.
Yang lain turun ke jalan untuk memprotes pengambilalihan itu, dimana tindakan pembangkangan yang telah ditindas oleh pejuang Taliban dengan kejam .
Taliban mengatakan telah menjadi lebih moderat sejak mereka terakhir memerintah Afghanistan pada 1990-an.
Juga telah berjanji untuk memulihkan keamanan dan memaafkan mereka yang memerangi mereka dalam 20 tahun sejak invasi pimpinan AS.
Baca juga: Taliban Kuasai Kabul, Pemerintah Indonesia Diminta Antisipasi Kedatangan Pengungsi Asal Afghanistan
Menjelang shalat Jumat, para pemimpin mendesak para imam untuk menggunakan khutbah untuk menyerukan persatuan.
Termasuk mendesak orang-orang untuk tidak meninggalkan negara itu.
Tetapi banyak orang Afghanistan skeptis, takut Taliban akan menghapus pencapaian, terutama bagi perempuan , yang dicapai dalam dua dekade terakhir.
Sebuah laporan Amnesty International memberikan lebih banyak bukti pada Jumat (20/8/2021) yang melemahkan klaim Taliban, mereka telah berubah.
Kelompok hak asasi mengatakan para penelitinya berbicara dengan saksi mata di Provinsi Ghazni.
Menceritakan bagaimana Taliban membunuh sembilan pria etnis Hazara di desa Mundarakht dari 4 sampai 6 Juli 2021.
Dikatakan enam orang ditembak, dan tiga disiksa sampai mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-afghanistan-mencoba-melarikan-diri.jpg)