Jumat, 24 April 2026

Internasional

Taliban Sangat Bergantung pada Perdagangan Narkoba untuk Menopang Keuangannya

Kelompk Taliban yang kembali menguasai Afghanistan sangat bergantung pada perdagangan narkoba sebagai pendukung keuangannya.

Editor: M Nur Pakar
AFP/BAY ISMOYO/Getty Images
Pasukan AS berjalan melewati ladang opium saat patroli bersama dengan Polisi Nasional Afghanistan di desa Habibullah, provinsi Helmand, Afghanistan, pada 24 April 2011. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Kelompk Taliban yang kembali menguasai Afghanistan sangat bergantung pada perdagangan narkoba sebagai pendukung keuangannya.

Dilaporkan, pemerintahan Joe Biden harus menghadapi kenyataan baru yang meresahkan.

Taliban, yang sekarang mengendalikan Afghanistn, sangat bergantung pada perdagangan obat-obatan terlarang, kata pejabat PBB kepada CBS News, Kamis (19/8/2021).

Kelompok militan bergantung secara finansial pada penjualan opium, metamfetamin, dan ganja.

Bahkan, mengumpulkan jutaan dolar pajak dari petani yang menanam tanaman terlarang tersebut.

“Produksi dan perdagangan obat-obatan berbasis opium dan metamfetamin menjadi sumber pendapatan tunggal terbesar Taliban,” kata laporan PBB.

Ditambahkan, ini memiliki efek destabilisasi dan merusak serta memberikan kontribusi signifikan terhadap tantangan narkotika yang dihadapi masyarakat internasional yang lebih luas.

Angkanya mencengangkan, seperti dilaporkan oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Dimana, pendapatan keseluruhan yang dihasilkan oleh konsumsi domestik, produksi dan ekspor opiat di Afghanistan bernilai miliaran dolar AS.

Baca juga: Jerman Minta AS Bertanggungjawab, Tanggung Dana Perlindungan Pengungsi Afghanistan

Afghanistan diperkirakan oleh badan obat PBB bertanggung jawab atas sekitar 80% pasokan opium dan heroin global.

Angela Me, Kepala Cabang Riset dan Analisis Tren UNODC, mengatakan kepada CBS News mencatat keseluruhan perdagangan Afghanistan.

Disebutkan, pajak yang dikumpulkan dari para petani saja setara dengan sekitar $14,5 juta dolar AS.

Sebanyak $46 juta hingga $98 juta lainnya diperkirakan berasal dari produksi dan perdagangan heroin.

Jumlahnya pada tahun tertentu bervariasi, katanya.

Dikatakan, pada 2019, nilai ekonomi candu antara $1,2 miliar dan $2,1 miliar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved