Rabu, 20 Mei 2026

Wapres Afghanistan Amrullah Saleh Bentuk Kelompok Gerilya untuk Melawan Taliban

Kelompok penentang pemberontak itu juga berisikan pasukan khusus Afghanistan, yang dilatih langsung oleh SAS Inggris.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/Shah Marai
Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh, mengatakan dirinya masih berada di dalam negara tersebut dan kini menjadi pengganti presiden. (AFP/Shah Marai) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Pemerintah Afghanistan yang masih tersisa dilaporkan mulai membentuk pasukan perlawanan untuk menghadapi Taliban.

Kabar itu diungkapkan sendiri oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam konferensi pers di Moskwa.

Lavrov mengungkapkan bahwa kelompok perlawanan itu dipimpin oleh Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Massoud, putra pejuang anti-Taliban yang terbunuh.

 Kepada jurnalis, Lavrov menuturkan Saleh dan Massoud membentuk pasukan gerilya yang berlokasi di Lembah Panjshir.

"Taliban tentu tidak menguasai seluruh wilayah di Afghanistan," terang Lavrov seusai menemui delegasi Libya.

Kelompok penentang pemberontak itu juga berisikan pasukan khusus Afghanistan, yang dilatih langsung oleh SAS Inggris.

Dilansir Daily Mail Kamis (19/8/2021), pasukan khusus itu adalah tentara terbaik dari yang terbaik di Afghanistan.

Lembah Panjshir, terletak di timur laut ibu kota Kabul, adalah benteng terakhir pemerintah, yang konturnya berbukit.

Berdasarkan gambar yang diunggah di media sosial, Saleh dan Massoud mengumpulkan mereka yang bersedia angkat senjata melawan Taliban.

Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir.(AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN)
Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir.(AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN) (AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN)

Baca juga: Sosok Salima Mazari, Gubernur Wanita Afghanistan Ditangkap, Rekrut Gerilyawan Perangi Taliban

Baca juga: Lawan Taliban, Afghanistan Bentuk Kelompok Gerilya yang Berisi Pasukan Khusus

Massoud merupakan anak dari Ahmed Shah Massoud, pemimpin milisi Aliansi Utara yang dikenal menentang Taliban hingga Uni Soviet.

Dia dibunuh oleh Taliban pada 9 September 2001, dua hari sebelum AS diguncang tragedi 11 September atau dikenal sebagai 9/11.

Massoud menegaskan, dia siap mengikuti jejak ayahnya dengan membawa para pengikutnya berkumpul bersama tentara pemerintah tersisa di Panjshir.

Diwartakan The Sun, komando khusus yang dilatih oleh SAS itu diyakini masih melawan pemberontak, sembari mencoba bergabung bersama Saleh dan Massoud.

 Pergerakan Saleh dan Massoud diyakini akan makin besar karena ribuan milisi dan penduduk lokal siap untuk bergabung.

Sumber kepada The Sun menjelaskan, kelompok perlawanan itu bukanlah pasukan biasa. Mereka paham dengan lanskap Panjshir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved