AS dan Israel Serang Iran
Presiden Iran: Kami Tidak akan Takluk dan Menyerah pada Amerika
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan “menyerah” meski tengah membuka
SERAMBINEWS.COM - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan “menyerah” meski tengah membuka dialog diplomatik dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X/Twitter pada Senin (20/5/2026), sebagai respons atas klaim Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.
“Dialog tidak berarti menyerah,” tulis Pezeshkian.
“Iran memasuki dialog dengan martabat, kewibawaan, dan demi menjaga hak-hak bangsa. Dalam kondisi apa pun, kami tidak akan mundur dari hak legal rakyat dan negara,” tegasnya.
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengungkapkan bahwa ia menunda rencana serangan terhadap Iran karena Teheran mengirim proposal perdamaian baru kepada Washington.
Baca juga: AS Siapkan Serangan, Trump Beri Iran Waktu 3 Hari Buat Kesepakatan Nuklir
Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan terkait program nuklir Iran kini sangat besar.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan militer AS untuk membatalkan serangan yang sebelumnya dijadwalkan.
Namun, ia menegaskan pasukan Amerika tetap disiagakan untuk melancarkan serangan besar sewaktu-waktu jika kesepakatan gagal tercapai.
“Kami tidak akan melakukan serangan terhadap Iran besok, tetapi militer tetap siap melakukan serangan skala penuh kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima,” ujar Trump.
Meski demikian, tidak ada pengumuman resmi sebelumnya mengenai rencana serangan tersebut, dan kantor berita Reuters menyebut belum dapat memastikan apakah persiapan militer benar-benar telah dilakukan.
Trump sebelumnya juga beberapa kali menyatakan optimistis kesepakatan dengan Iran sudah dekat.
Di sisi lain, tekanan internasional terus meningkat agar konflik tidak sampai mengganggu jalur vital perdagangan energi dunia di Selat Hormuz.
Trump mengklaim para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya menunda serangan karena yakin kesepakatan damai bisa tercapai.
Ia menyebut perjanjian itu nantinya akan menguntungkan Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, dan kawasan global secara luas.
Namun hingga kini, Trump belum mengungkap detail isi proposal ataupun bentuk kesepakatan yang sedang dibahas.
Saat berbicara kepada wartawan, Trump menegaskan tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Iran tak akan menyerah
AS dan Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran
Perang dengan AS dan Israel
AS dan Israel
Iran dalam Serangan AS dan Israel
| AS Siapkan Serangan, Trump Beri Iran Waktu 3 Hari Buat Kesepakatan Nuklir |
|
|---|
| Iran Siapkan Serangan Balas Dendam Lebih Besar, Negara-negara Teluk Masuk Target Serangan |
|
|---|
| Penasihat Pemimpin Iran: Bangsa dan Militer Kami akan Paksa AS Mundur dan Menyerah |
|
|---|
| Trump Mendadak Tunda Serangan Besar ke Iran dengan 1 Syarat, Negara-negara Teluk Kompak Bersuara |
|
|---|
| Jaga Kerajaan Saudi dari Rudal Iran, Pakistan Kirim 8 Ribu Tentara, Jet Tempur, & Pertahanan Udara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Iran-Masoud-Pezeshkian-terluka-akibat-serangan-udara-Israel-pada-16-Juni.jpg)