Kalender Hijriah
Ini Perbedaan Cara Penyusunan Kalender Hijriah antara Kemenag Indonesia dengan Malaysia
Perbedaan dalam pemilihan kriteria juga berakibat pada perbedaan dalam penentuan hari pertama dalam bulan-bulan hijriah....
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dalam menyusun sebuah kalender Hijriah, kriteria yang dipakai menjadi salah satu yang perlu diketahui.
Untuk diketahui, ada banyak kriteria yang ada dalam penyusunan kalender Hijriah, seperti kriteria Wujudul Hilal, Imkan Rukyat, dan Hisab Urfi.
Dosen Ilmu Falak Jurusan Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail Is, Minggu (22/8/2021), menjelaskan, Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama dalam menyusun Kalender Hijriah sampai sekarang masih menggunakan kriteria Imkan Rukyat 2.3.8.
Kriteria ini telah disepakati dalam forum Menterian Agama, yakni negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang disingkat dengan MABIMS.
Kriteria Imkan Rukyat 2.3.8 adalah sebuah kriteria yang beranggapan hilal mungkin dilihat bila saat Matahari terbenam posisi hilal berada minimal 2 derajat di atas ufuk, sudut elongasi minimal 3 derajat, atau umur hilal lebih dari 8 jam setelah konjungsi.
Namun, lanjut Tgk Ismail, mulai tahun ini, yakni dalam penyusunan kelender 1443 H sudah mulai adanya perbedaan yang dilakukan Malaysia dengan negara-negara MABIMS (termasuk Indonesia).
Malaysia yang dulunya bersama dengan negara-negara MABIMS menggunakan kriteria Imkan Rukyat 2.3.8, kini beralih kepada kriteria imkan rukyat baru, yaitu kriteria Imkan Rukyat 3.6,4.
"Artinya, mulai tahun ini, sudah beda dengan tata cara penyusunan yang dilakukan Kementerian Agama Indonesia," katanya.
Kriteria Imkan Rukyat 3.6,4 yang digunakan Malayasia saat ini adalah sebuah kriteria yang beranggapan bahwa hilal mungkin dilihat bila saat Matahari terbenam, jika hilal berada pada posisi minimal 3 derajat di atas ufuk, dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Kriteria baru tersebut mulai dipakai oleh Malaysia dalam menyusun kalender 1443 Hijriah.
Perbedaan dalam pemilihan kriteria juga berakibat pada perbedaan dalam penentuan hari pertama dalam bulan-bulan hijriah, seperti awal bulan Rajab 1443 H, dengan kriteria baru jatuh pada hari Kamis 3 Februari 2022. Sedangkan bila kriteria lama, 1 Rajab 1443 H jatuh pada hari Rabu 2 Februari 2022.
Hal yang sama juga terjadi pada penentuan awal bulan Zulhijjah 1443 H.
Untuk melihat bentuk kalender Hijriah 1443 di Malaysia dengan kriteria baru dapat diakses di link https://www.islam.gov.my/en/e-penerbitan/2784-takwim-hijri-1443h .
Muhammadiah Gunakan Kriteria Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dosenfalak.jpg)