Breaking News:

Ekonomi Gampong

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa, DPMG Aceh Latih Kelompok Budi Daya Lebah Madu di Bener Meriah

“Tujuan kita membuka peluang usaha lebah madu dengan sistem modern dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat...

Penulis: Budi Fatria | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Gampong (PEMG) DPMG Aceh, T Zulhusni didampingi Kadis DPMK Bener Meriah Suharman, menyerahkan bantuan peralatan dan perlengkapan budidaya lebah madu kepada kelompok masyarakat di Kabupaten tersebut, Senin (23/8/2021). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh menggelar pelatihan pengembangan budi daya lebah madu bagi kelompok masyarakat miskin di Kabupaten Bener Meriah, Senin (23/8/2021).

Pelatihan ini menerapkan protokol kesehatan (protkes) dan diikuti oleh delapan kelompok yang dibagi dalam empat angkatan.

Para peserta itu mengikuti pelatihan selama tiga hari bersamaan dengan praktek langsung di lapangan.

Selain itu, kelompok ini juga diberikan bantuan peralatan dan perlengkapan budidaya lebah madu.

Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Gampong (PEMG) DPMG Aceh, T Zulhusni SSos MSi kepada wartawan, Senin (23/8/2021) mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat petani budidaya lebah madu di Bener Meriah.

Kemudian juga untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengindentifikasi pengelolaan potensi lokal di gampong dengan konsep kelestarian lingkungan, serta memewujudkan konsep "gampong madu”.

“Tujuan kita membuka peluang usaha lebah madu dengan sistem modern dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat sehingga gampong-gampong dapat menjadi mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Lanjutnya, para peserta ini dilatih oleh tim KPH III Wilayah Aceh dan pelaku usaha budidaya lebah madu yang sudah sukses.

Dengan adanya pelatihan ini, ia mengharapkan bisa meningkatkan pendapatan ekonomi terutama bagi masyarakat miskin dan pengangguran di daerah tersebut.

“Yang selama ini mereka tidak ada pekerjaan, dengan adanya budidaya lebah madu ini sudah tercipta lapangan pekerjaan bagi mereka,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan ke depan dengan berjalannya usaha budi daya lebah madu ini bisa membantu meningkatkan pendapatan asli desa melalui BUMdes.

“Kita berharap peran BUMdes di gampong-gompong yang ada kelompok budidaya lebah madu ini bisa eksis membeli dan memasarkan madu tersebut guna mendapatkan pendapatan asli desa,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya peran BUMdes ini, nantinya kualitas madu petani bisa terjamin mutunya sehingga diminati konsumen.

“Dengan berkembangnya budidaya lebah madu ini, selain dampaknya kepada kelestarian lingkungan, juga nantinya menjadi objek wisata baru di Bener Meriah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Bener Meriah Suharman menambahkan, dengan adanya pelatihan budidaya lebah madu tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli desa.

“Kita mengharapkan melalui program ini Kepala Desa (Reje) bisa bersinergi dengan BUMdes untuk membantu membeli dan memasarkan produksi budidaya lebah madu milik kelompok masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, ia juga mengharapkan budidaya madu ini bisa berkembang dengan baik di Kabupaten Bener Meriah sehingga bisa menginspirasi masyarakat lain.

“Harapannya Bener Meriah bukan saja penghasil kopi terbaik dunia, tapi juga menghasilkan madu terbaik,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved