Berita Banda Aceh

Ismail Sabri yang Kini Jadi PM Malaysia Pernah ke Aceh Pada 2014, Begini Cerita Fadliana Surya

Hal itu diungkapkan oleh Fadliana Surya, putri asal Aceh yang ikut bersama rombongan dan berhasil mewawancarai langsung Ismail Sabri ketika di Aceh

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
For Serambinews.com/ Dok. Fadliana Surya
Fadliana Surya (kanan) saat mewawancarai langsung Ismail Sabri (kiri) yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia pada awal Maret 2014, di Banda Aceh. 

“Menurut beliau, Aceh dan Malaysia memiliki hubungan spesial sejak zaman Iskandar Muda. Jadi beliau merasa ada ikatan emosional antara Aceh dan Malaysia,” cerita Lily.

Ia mengatakan bahwa, Ismail Sabri merupakan sosok yang humoris, smart dan juga humble.

Baca juga: Sosok Andi Darussalam Tabusalla, Mantan Manajer Timnas Indonesia yang Baru Meninggal Dunia

Semoga dengan pernahnya Ismail Sabri datang ke Aceh, semakin mendekatkan hubungan Aceh dan Malaysia dan banyak Investor Malaysia yang mau berinvestasi di berbagai sektor di Aceh.

Ismail Sabri pun telah merasakan bagaimana hiruk pikuk Aceh yang begitu aman, tentram dan ramah untuk dikujungi.

Suatu hari nanti, Lily dan kita semua sangat berharap kedatangan Ismail Sabri sebagai Perdana Menteri Malaysia untuk kembali menginjakkan kakinya di Aceh.

Sosok Ismail Sabri

Lahir pada18 Januari 1960 silam, Ismail Sabri dikenal sebagai seorang politikus senior di Malaysia.

Awal karirnya dia dikenal sebagai pengacara di tahun 80-an.

Ismail mulai masuk ke politik di tahun 90-an dan dipercaya jadi Anggota Dewan Kota Temerloh pada tahun 1996.

Baca juga: Sosok Aldi Syahputra, Paskibraka Nasional 2021 Asal Subulussalam yang Bercita-Cita Masuk Akmil

Sebelumnya pada tahun 1993, dia dipromosikan menjadi Ketua Bidang Gerakan Pemuda, Wakil Ketua Bidang (2001) dan menjadi Kepala Bidang Temerloh UMNO pada tahun 2004.

Meski tidak setenar Anwar Ibrahim di Indonesia namun Ismail Sabri sangat tenar di Malaysia.

Dia malang melintang di jabatan eksekutif dan juga di parlemen Malaysia.

Sebelum dilantik menjadi PM, ia menjabat sebagai Menteri Senior Keamanan dan Menteri Pertahanan sejak Maret 2020 setelah runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan.

Ia juga menjabat sebagai Pemimpin Oposisi sejak Maret 2019 hingga Februari 2020 dan Anggota Parlemen (MP) Bera sejak 2004.

Dikenal sebagai pejabat tinggi di partai politik terbesar di Malaysia UMNO sebagai Wakil Presiden dan anggota UMNO.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved