Jumat, 17 April 2026

Sehari, Lima Tokoh Aceh Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti provinsi ini. Selasa (24/8/2021) kemarin, lima tokoh Aceh meninggal dunia

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM

Penelusuran Serambi, berita tentang berpulangnya sang guru besar ini juga disampaikan oleh Inayati Sa'aduddin di akun Facebooknya pada Selasa sekitar pukul 8.00 WIB. Inayati Sa’aduddin adalah istri dari Tarmizi A Karim, birokrat asal Aceh Utara yang pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Utara, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Aceh dan Kalimantan Selatan.

Inayati Sa’aduddin juga kakak dari Illiza Sa’aduddin Djamal, mantan Wali Kota Banda Aceh yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI asal Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Satu profesor lainnya yang meninggal dunia kemarin adalah Prof Dr Ridhwan bin Hanafiah. Almarhum merupakan putra Blangkubu Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen yang bertugas sebagai Dosen di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Jenazah almarhum dikebumikan di kampung halamannya, Desa Blangkubu.

Ir Suryadi

Sementara itu, kabar meninggalnya Ir Suryadi AK awalnya diketahui dari unggahan Instagram suami Cut Meyriska, Roger Danuarta, yang tak lain menantu dari almarhum. Mantan pemain PSAP Sigli ini meninggal dunia dalam usia 58 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli pada pukul 01.40 WIB dini hari.

Adik kandung almarhum, dr Kamaruzzaman MKes kepada Serambi, mengatakan, abangnya telah sepekan mengalami demam, batuk dan sesak nafas di rumahnya yang ada di Medan (Sumatera Utara). Atas persetujuan keluarga, Suryadi akhirnya dibawa pulang ke Sigli untuk dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

"Namun dalam perawatan di rumah sakit, abang saya meninggal dunia. Selama delapan hari abang saya dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli," jelasnya.

Pantauan Serambi saat proses pemandian jenazah di ruang jenazah rumah sakit, sejumlah petugas tampak memakai baju hazmat, termasuk juga anak kandungnya.

Ayah dari artis Cut Meyriska ini ternyata pernah menjadi pemain dan pelatih kiper PSAP Sigli. Bahkan kiprahnya di Tim Laskar Aneuk Nanggroe sangat cemerlang. Almarhum berhasil membawa PSAP Sigli tembus ke Liga Super Indonesia (ISL) pada tahun 2011.

Seiring perjalanan waktu, almarhum Suryadi dipercayakan menjadi kiper PSAP Sigli di divisi dua sekitar 2005. Ternyata lewat sentuhan tangan dinginnya, PSAP Sigli melaju ke divisi utama sekitar tahun 2010. Kecuali itu, PSAP Sigli juga menembus ke ISL yang merupakan liga elit dibelantika sepakbola di Indonesi. Tapi, saat PSAP bermain di ISL, almarhum tidak lagi menjadi pelatih kiper.

"Saat pensiun menjadi pelatih kiper, abang saya telah berangkat ke Jakarta untuk mendampingi anaknya Cut Meyriska," kata dr Kamaruzzaman MKes.

Menurutnya, saat itu almarhum menjadi manejer dalam menangani usaha anaknya, Cut Meyriska, di Jakarta. Berita selengkapnya tentang meninggalnya kelima tokoh Aceh tersebut bisa dibaca di Serambinews.com dan Serambi on TV.(naz/mas/tz/sy/c43)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved