Breaking News

Luar Negeri

Taliban Ingin Amerika Serikat Berhenti Bawa Keluar Warga Afghanistan Keluar Daerah

Kekuasaan di Afghanistan yang telah dimiliki Taliban saat ini, tidak menyenangkan seluruh warga Afghanistan.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP/WAKIL KOHSAR
Warga Afghanistan yang ketakutan pembalasan Taliban duduk dekat landasan saat menunggu menaiki pesawat di bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Kekuasaan di Afghanistan yang telah dimiliki Taliban saat ini, tidak menyenangkan seluruh warga Afghanistan, karena lonjakan warga yang ingin keluar dari daerah tersebut masih cukup masif. 

Keinginan warga untuk keluar dari kawasan yang telah dikuasai Taliban, menjadikan kelompok ini meminta Amerika Serikat berhenti membawa warganya keluar daerah.

Pemerintah Biden masih membuka peluang kepada warga Afghanistan yang memenuhi syarat dan visa khusus tidak dilarang pergi ke Bandara Kabul untuk mengungsi untuk beberapa hari mendatang.

Meskipun permintaan telah dilayangkan pihak Taliban kepada Amerika Serikat untuk angkat kaki dan tidak lagi membawa warga Afghanistan.

Juru bicara Taliban mengatakan bahwa Taliban ingin AS berhenti membawa warga Afghanistan pergi ke negara-negara asing dan berhenti membawa para ahli Afghanistan keluar dari tanah kelahiran mereka.

"Kami meminta orang Amerika berhenti dan mengubah kebijakan dan tolong jangan mendorong warga Afghanistan keluar dari tanah kelahiran mereka, jangan bawa mereka pergi keluar negeri," kata juru bicara seperti dikutip pada Antara, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Taliban Kuasai Sistim Pengawasan Super Buatan AS, Afghanistan Jadi Ajang Ujicoba Alat Militer Baru

Baca juga: Penterjemah Terjebak di Luar Bandara Kabul Bersama Istri dan Enam Anaknya, Taliban Cari Dirinya

Jen Psaki, Sekretaris Pers Amerika Serikat mengatakan bahwa Gedung Putih (AS) Pemerintahan Biden masih membuka peluang besar kepada warga Afghanistan mengungsi.

Mereka yang memiliki visa diizinkan untuk pergi dari negara yang dikuasai secara paksa oleh Taliban.

"Mereka yang kami prioritaskan yang memenuhi syarat dan visa imigrasi khusus, harapan kami mereka bisa mencapai Bandara Kabul," kata Psaki.

Pemeritah AS saat ini sedang melakukan evakuasi terhadap ribuan orang dari Afghanistan, termasuk warga Afghanistan yang
membantu mereka di sana.

Baca juga: Uni Eropa Akhirnya Siap Bantu Warga Afghanistan, Minta Jaminan dari Taliban

Uni Eropa Siap Bantu Afghanistan

Uni Eropa (UE) akhirnya mengumumkan program bantuan untuk warga Afghanistan yang berada  di dalam dan luar negeri.

Namun UE meminta jaminan keamanan di lapangan, khususnya Taliban, selain berkoordinasi dengan PBB.

Dilansir AP, Selasa (24/8/2021), keputusan itu diambil, jelang eksekutif blok itu dan para pemimpin G7 bersiap membahas krisis di Afghanistan.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan akan meningkatkan dukungannya untuk warga Afghanistan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved