Sosok Yahya Waloni, Penceramah dan Mantan Pendeta yang Ditangkap Polisi
Kabar penangkapan Yahya Waloni dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono.
Sosok Yahya Waloni
Dikutip dari TribunnewsWiki, Yahya Waloni lahir pada 30 November 1970 di Manado.
Sebelum menganut agama Islam, Yahya Walon merupakan penganut agama Kristen.
Keluarganya dikenal sebagai keluarga Kristen yang taat.
Pria berdarah Minahasa ini pernah menjadi anggora DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.
Ia juga tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Balikpapan pada 2006.
Sebelumnya, ia pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong pada 2000-2004.
Kemudian, Yahya memutuskan untuk menjadi seorang pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI di Papua untuk wilayah VI Sorong-Kaimana.
Yahya dan istrinya kemudian memutuskan pindah agama ke Islam pada 11 Oktober 2006 silam.
Kala itu ia dituntun oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli yang bernama Komarudin Sofa untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Usai berpindah keyakinan itu, ia merubah namanya menjadi Muhammad Yahya.
Istrinya pun berganti nama dari Lusiana menjadi Mutmainnah.
Baca juga: Anak Perempuan 11 Tahun Melahirkan Bayi, Korban Dirudapaksa Ayah Kandung 9 Kali hingga Hamil
Baca juga: Nakes di Aceh Jaya Dapat Fasilitas 13 Unit Mobil dan 24 Sepeda Motor
Baca juga: Kasus Covid-19 Turun Signifikan Hingga 34 Persen di Papua Barat dan Maluku
Tribunnews.com dengan judul Sosok Yahya Waloni, Penceramah yang Ditangkap Polisi karena Dugaan Kasus Ujaran Kebencian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ustaz-yahya-waloni-2.jpg)