Berita Aceh Barat
Terkait Tabrakan Kapal Nelayan di Perairan Aceh Barat, DPRK akan Panggil Syahbandar dan Korban
Pemanggilan dalam rapat dengar pendapat atau RDP ini menyikapi kasus tabrakan kapal nelayan yang menelan kerugian hingga ratusan juta di perairan laut
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Musibah itu terjadi ketika mereka sedang beristirahat di dalam kapal tersebut untuk menunggu hingga redanya angin yang begitu kencang pada malam itu dimana lampu dan GPS tetap mereka dihidupkan.
Maka saat beristirahat itu lah kapal nelayan itu ditabrak oleh kapal raksasa dan dua nelayan tersebut terjatuh dan berhamburan ke laut setelah benturan yang ketiga kali yang membuat kapal nelayan hancur dan tenggelam.
Dalam kondisi panik dan sekarat pada malam itu, pihaknya mengaku dengan jelas melihat kapal besar yang menghantam kapal mereka.
Namun hanya saja mereka tidak mengetahui apa nama kapal tersebut yang saat itu sedang keluar dari Meulaboh menuju arah India.
Sementara kerugian nelayan diperkirakan mencapai Rp 700 juta lebih.
Dua nelayan itu menyelamatkan di atas fiber ikan yang masih tersangkut di bangkai kapal mereka yang sudah mengalami kerusakan berat.
Berbekal fiber tersebut, mereka selamat dan pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB mereka ditolong salah satu nelayan yang melintas di daerah tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/samsi-barmi-bicara-kasus-tabrakan-kapal-nelayan.jpg)