Luar Negeri
AS Siap Perang Lawan ISIS Setelah Pasukan Penjaga Keamanan jadi Korban BOM Bunuh Diri
Amerika Serikat (AS) siap berperang melawan ISIS setelah tentara Amerika Serikat menjadi korban bom bunuh diri di Bandara Kabul, Kamis (26/8/2021).
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) siap berperang melawan ISIS setelah tentara Amerika Serikat menjadi korban bom bunuh diri di Bandara Kabul, Kamis (26/8/2021).
Pasukan AS bersiap melawan lebih banyak serangan dari ISIS, agar proses evakuasi warga Afghanistan berjalan lancar.
Pasukan Amerika Serikat di Kabul bersiap menghadapi lebih banyak serangan ISIS sambil menyelesaikan misi evakuasi, kata para pejabat AS, ketika tentara AS yang tewas dalam serangan Kamis (26/8/2021) di Kabul bertambah menjadi 13 orang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/8/2021).
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah personel AS yang tewas kemungkinan akan bertambah lagi. Belasan orang terluka dalam serangan itu.
Sementara itu, militer AS mengatakan bahwa, selain 13 tentara tewas, ada 18 orang yang terluka.
Mereka sedang akan dievakuasi dengan pesawat angkut militer C-17 --yang memiliki fasilitas bedah, kata militer.
Baca juga: Taliban Ternyata Punya Tentara Elite, Pasukannya Dilengkapi Senjata Canggih
Serangan pada Kamis menandai pertama kalinya korban berjatuhan di pihak militer AS di Afghanistan sejak Februari 2020 dan merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan Amerika di negara itu dalam satu dekade.
Setidaknya dua ledakan menghantam kerumunan orang, yang memadati gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai dan panik berusaha meninggalkan Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan hampir dua minggu lalu.
Kepadatan di bandara Kabul masih berlangsung menjelang tenggat 31 Agustus Presiden AS Joe Biden menarik pasukan Amerika --setelah berada di negara itu selama dua dekade.
Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri menargetkan "para penerjemah dan orang-orang yang bekerja sama dengan tentara Amerika."
Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, mengatakan dalam acara jumpa pers bahwa ledakan itu diikuti dengan baku tembak.
McKenzie mengatakan ancaman dari ISIS tetap ada di samping "aliran ancaman aktif lainnya."
Baca juga: Taliban Tegaskan Kembali Batas Akhir Pasukan Asing Sampai Akhir Bulan Ini
"Kami yakin keinginan mereka adalah terus melakukan serangan dan kami perkirakan serangan-serangan itu akan terus berlangsung --dan kami sedang melakukan segala upaya untuk bersiap-siap," kata McKenzi.
McKenzie menambahkan bahwa potensi serangan dapat mencakup roket yang ditembakkan ke bandara atau bom mobil yang mencoba masuk.
McKenzie mengatakan dia tidak melihat apa pun yang akan meyakinkannya bahwa pasukan Taliban telah membiarkan serangan itu terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-as-dan-inggris-di-bandara-kabul-afghanistan.jpg)