Luar Negeri
AS Siap Perang Lawan ISIS Setelah Pasukan Penjaga Keamanan jadi Korban BOM Bunuh Diri
Amerika Serikat (AS) siap berperang melawan ISIS setelah tentara Amerika Serikat menjadi korban bom bunuh diri di Bandara Kabul, Kamis (26/8/2021).
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Para pejabat AS mengatakan satu bom diledakkan di dekat Gerbang Biara bandara dan yang lainnya dekat dengan Hotel Baron di dekatnya.
Baca juga: Profil Mohammad Idris yang Ditunjuk Taliban Jadi Gubernur Bank Sentral Afghanistan
Berpacu dengan Waktu
Upaya besar-besaran untuk menerbangkan keluar para warga negara AS dan negara-negara lainnya beserta keluarga mereka, juga sejumlah besar warga Afghanistan, telah berlangsung sejak satu hari sebelum pasukan Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus.
Penguasaan kendali atas Kabul merupakan puncak kemenangan kilat yang dicapai kelompok itu di seluruh negeri ketika AS dan negara-negara sekutunya sedang menarik pasukan dari Afghanistan.
Amerika Serikat telah berpacu melakukan pengangkutan udara sebelum militernya akan ditarik sepenuhnya dari negara itu pada 31 Agustus.
McKenzie mengatakan misi evakuasi tidak akan berhenti.
"Saya pikir kami dapat melanjutkan misi kami, bahkan ketika kami menerima serangan seperti ini," kata McKenzie.
Dia menambahkan bahwa pasukan AS akan "mengejar" para pelaku serangan.
Baca juga: Kekuasaan Taliban Bikin Wanita Afghanistan Ketakutan, Ini Tujuanannya Wanita Dilarang Keluar Rumah
McKenzie mengatakan ada sekitar 1.000 warga AS yang diperkirakan masih berada di Afghanistan.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan sedikitnya dua pertiga dari orang-orang tersebut memberitahukan bahwa mereka sedang mengambil langkah untuk meninggalkan Afghanistan.
Pejabat kesehatan Afghanistan mengatakan 60 warga sipil tewas, tetapi tidak jelas apakah itu adalah hitungan lengkap.
Video yang diunggah beberapa wartawan Afghanistan memperlihatkan puluhan mayat dan korban luka- luka berserakan di sekitar kanal di pinggir bandara.
Para pejabat AS mengatakan ada sekitar 5.200 tentara Amerika yang menjaga keamanan bandara.
Serangan pada Kamis (26/8/2021) itu terjadi setelah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan daerah sekitar bandara karena ancaman ISIS.
Kedutaan Besar AS di Kabul sehari sebelumnya telah menyarankan warga Amerika agar jangan pergi ke bandara.
Baca juga: CPJ Kutuk Taliban, Gerebek dan Jarah Rumah Dua Wartawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-as-dan-inggris-di-bandara-kabul-afghanistan.jpg)