Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kemenag Aceh dan Anggota DPR RI Bantah Uang Jamaah Haji Digunakan untuk Infrastruktur

Tidak ada sepeser pun uang jamaah haji digunakan untuk infrastruktur, jadi informasi yang tersebar di masyarakat itu adalah hoaks.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
HUMAS KEMENAG ACEH
Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal menyampaikan penjelasan pada kegiatan diseminasi pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 2021 di Gedung M A Jangka Kampus Al-Muslim Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (28/8/2021). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggandeng Komisi V DPR RI menyelenggarakan kegiatan diseminasi pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 2021 di Gedung M A Jangka Kampus Al-Muslim Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (28/8/2021).

Hadir sebagai narasumber anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud dan Kepala Kanwil Kemenag Aceh Iqbal. Diseminasi ini dilakukan menyeluruh ke kabupaten/kota di Aceh.

Kegiatan sehari ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, diikuti peserta dari unsur ASN Kemenag, calon jamaah haji yang tertunda keberangkatan dan organisasi masyarakat.

Ruslan Daud anggota Komisi V yang salah satunya tugasnya menangani pembangunan infrastruktur  menegaskan bahwa tidak ada uang calon jemaah haji digunakan untuk infrastruktur.

"Saya hadir untuk meluruskan bahwa tidak benar uang jamaah haji digunakan untuk infrastruktur, tidak ada sepeser pun uang jamaah haji digunakan untuk infrastruktur, jadi informasi yang tersebar di masyarakat itu adalah hoaks," tegas Ruslan.

Komisi V DPR RI, katanya, menampik apa yang selama ini beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa dana haji sudah digunakan untuk membangun infrastruktur.

Baca juga: Dinilai Ramah Anak, BKPRMI Banda Aceh Kunjungi Masjid Ar-Rahman Merduati

Baca juga: Pemerintah Salurkan KUR Rp167 Triliun untuk UMKM

Baca juga: Tak Hanya Konsul, Resep Pun Bisa Didapat Pasien Isoman via Aplikasi LEKAS SEHAT, Dilayani 60 Dokter 

Sementara Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal dalam kesempatan itu juga menjelaskan soal Kuputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 yang mengatur pembatalan keberangkatan jamaah haji.

"Perlu kami tegaskan bahwa KMA 660 itu adalah bukan tentang pembatalan haji, melainkan tentang pembatalan keberangkatan calon jamaah haji Indonesia tahun 2021," kata Iqbal.

Menurutnya, KMA 660 tersebut tidak serta merta diterbitkan, tapi sudah melalui berbagai proses serta diskusi dengan berbagai pihak terkait termasuk DPR RI dan pemerintah Arab Saudi

Iqbal menjelaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan pemerintah lebih kepada memprioritaskan perlindungan dan kemaslahatan yang lebih baik bagi calon jamaah haji di tengah pandemi Covid-19. 

"Hal ini dilakukan demi kebaikan kita bersama, semoga pandemi ini segera usai sehingga tahun depan haji dapat diberangkatkan," ujarnya.

Baca juga: Ronaldo Kembali ke Man United, Michael Owen: Dia Bisa Cetak Minimal 30 Gol Musim Ini

Baca juga: Dua Gol N’Duoasel Kalahkan Persiraja dari Bhayangkara FC

Ia berharap pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi kesempatan bagi jamaah calon haji untuk lebih mempersiapkan diri untuk haji tahun berikutnya.

"Pertajam manasik hajinya. Kemudian tingkatkan amal ibadah dan doa, semoga Covid-19 segera diangkat dan kita bisa melaksanakan ibadah haji sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," ujar Iqbal.

Sejauh ini, kata Iqbal, Kementerian Agama berkomitmen untuk melakukan persiapan haji tahun 1443 H dengan sebaik-baiknya. "Batalnya keberangkatan haji tahun ini juga membuat kami terus melakukan persiapan dan skema pemberangkatan tahun berikutnya," ungkapnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved