Selasa, 28 April 2026

Internasional

Pemimpin Baru ISIS-K, Shahab al-Muhajir Jadi Musuh Paling Diburu Taliban

Pemimpin kelompok baru ISIS-K yang ambisius telah menjadi musuh paling dicari Taliban. Setelah kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman

Editor: M Nur Pakar
AFP/Noorullah Shirzada
Anggota Negara Islam (ISIS-K) berdiri di samping senjata mereka, menyusul penyerahan diri kepada pasuak npemerintah Afghanistan di Jalalabad pada 2019 

"Prioritas kami, mengamankan kepemimpinan dan orang-orang kami,” tambahnya.

“Saat ini pasukan AS bukanlah musuh kami lagi," ujarnya.

Baca juga: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur, Takut Dieksekusi Taliban

Anggota Taliban Afghanistan lainnya mengklaim serangan itu sebagai upaya terakhir dan nafas terakhir dari sel-sel ISIS yang tersisa di Afghanistan.

Cabang lokal Negara Islam dibentuk oleh militan lokal yang tidak terpengaruh pada sekitar tahun 2014.

Ketika kelompok itu menyapu Irak dan Suriah untuk mendirikan kekhalifahan tahun itu.

Penaklukannya menginspirasi pembelotan dari kelompok-kelompok termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan.

Sejak awal Taliban telah menganggap kelompok itu sebagai penantang.

Keduanya telah berperang sengit di Afghanistan timur.

Di mana kelompok baru itu berakar di provinsi-provinsi termasuk Nangarhar dan Kunar.

Amerika memberikan kekuatan udara untuk membantu serangan Taliban.

Termasuk pada 2017, menjatuhkan bom terbesar di gudang ISIS-K di Nangarhar.

Serangan Taliban mengusir militan ISIS, sebagian besar wilayah pada 2018 dan 2019.

Sebuah penilaian PBB pada Juni 2021 mengatakan mereka memiliki pemimpin baru yang ambisius, Shahab al-Muhajir yang tetap aktif dan berbahaya.

Permusuhan Taliban ditunjukkan ketika membunuh seorang mantan pemimpin Negara Islam.

Setelah mengambil alih penjara utama Kabul awal bulan ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved