Senin, 27 April 2026

Internasional

Pemimpin Baru ISIS-K, Shahab al-Muhajir Jadi Musuh Paling Diburu Taliban

Pemimpin kelompok baru ISIS-K yang ambisius telah menjadi musuh paling dicari Taliban. Setelah kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman

Editor: M Nur Pakar
AFP/Noorullah Shirzada
Anggota Negara Islam (ISIS-K) berdiri di samping senjata mereka, menyusul penyerahan diri kepada pasuak npemerintah Afghanistan di Jalalabad pada 2019 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Pemimpin kelompok baru ISIS-K yang ambisius telah menjadi musuh paling dicari Taliban.

Setelah kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman ganda yang dikhawatirkan telah menewaskan lebih dari 150 orang.

Para pejabat Taliban mengatakan akan mengambil tindakan untuk menangkap gerilyawan di balik ledakan Kamis (26/8/2021) malam di luar bandara Kabul.

Dua bom merobek kerumunan yang menunggu untuk mendapatkan akses melarikan diri dari kemungkinan pembalasan Taliban.

Penghitungan resmi menyebutkan jumlah korban tewas sekitar 80 orang.

Retapi satu rumah sakit kepada The Telegraph, Minggu (29/8/2021) mengatakan mereka sendiri menangani 148 mayat.

Pemboman tersebut diduga dilakukan oleh kelompok lokal Khorasan dari Negara Islam (ISIS-K) yang telah berperang dengan Taliban selama tiga tahun.

Dilaporkan, sekarang dipimpin oleh Shahab al-Muhajir.

Baca juga: Taliban Memukul dan Menghina Seorang Jurnalis Afghanistan

Serangan dan prospek pemberontakan ISIS-K yang kuat yang mengobarkan perang menandai kekhawatiran baru bagi Taliban yang dilanda kesulitan.

Seorang tokoh senior mengatakan kelompok itu melakukan upaya terbaik dan maksimal untuk mencegah ancaman ISIS-K.

Asfandyar Mir, seorang analis kontra terorisme di Universitas Stanford, mengatakan ISIS menjadi ancaman serius bagi Taliban.

Jajaran ekstremis sekitar 2.000 pejuang telah membengkak setelah 2.000 lainnya dibebaskan dalam penjara selama penaklukan Taliban.

Pemboman Kamis (26/8/2021) terjadi setelah peringatan berulang-ulang bahwa serangan seperti itu sudah dekat.

Dua pejabat intelijen Taliban mengatakan dugaan bom mobil bunuh diri dari kelompok itu telah dicegat dan disita di distrik Paghman di luar ibu kota, Kabul, 24 jam sebelumnya.

“Taliban menganggap ISIS sebagai ancaman yang menantang," kata perwira intelijen Taliban Afghanistan lainnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved