Video
VIDEO Makbeti dan Tim Relawan Sayaphati Hadiah Rumah dan Becak Baru untuk Kakek yang Becaknya Hilang
Pak Abdul dan istrinya tak menyangka bisa tidur menggunakan tempat tidur yang nyaman, bahkan selama ini ia tak mampu untuk membelinya.
Penulis: Octa Chandra | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Masih ingat dengan kisah kakek di Medan yang viral di media sosial lantaran becaknya dibawa kabur oleh penumpang?
Sempat terkena musibah, kakek ini mendapat rezeki yang tak tanggung-tanggung, kini beliau mendapat hadiah berupa satu unit rumah tinggal dan becak baru.
Kisah malang Pak Abdul, seorang kakek yang viral di media sosial karena kehilangan becak.
Ia ditipu oleh seorang pria yang berniat menyewa becaknya, namun becak tersebut justru dibawa kabur.
Kisah Pak Abdul begitu viral di media sosial pada awal Agustus lalu hingga membuat warganet beramai-ramai memberikan donasi untuk Pak Abdul.
Tak hanya kehilangan becak, rupanya Abdul juga tinggal di tanah sengketa dan sudah diminta meninggalkannya tempat tersebut oleh pemilik.
Kisah Pak Abdul rupanya sampai kepada YouTuber ternama Indonesia, Arif Muhammad atau akrab disapa Mak Beti.
Bekerja sama dengan tim relawan @sayaphati yang awalnya telah terkumupul uang senilai Rp. 61.000.000 ditambah dengan bantuan Mak Beti, akhirnya Pak Abdul dibelikan rumah hingga becak baru.
Momen pemberian rumah dan becak baru itu kemudian dibagikan lewat akun Instagram Mak Beti, @arifmuhammaddd_ pada Selasa (24/8/2021).
Dalam unggahan tersebut, tampak Pak Abdul dan istrinya dibawa ke rumah baru dan diberikan sumbangan berupa becak.
"Masih inget gak sama pak abdul yang waktu itu becaknya hilang, Alhamdulillah hari ini berkat orang orang yang tulus dari @sayaphati dan @_alika26_ kita bisa beli becak dan rumah baru untuk pak Abdul.
Makasih yang kemarin udah nyumbang untuk pak Abdul semoga kita sehat selalu," tulis Arif Muhammad dalam unggahannya.
Dalam video, pak Abdul begitu bahagia sekaligus terharu setelah mendapat hadiah becak dan rumah baru.
Ia juga tampak berfoto bersama istrinya di depan rumah sembari memegang sertifikat kepemilikan hak tanah.
Saat pak Abdul dan istrinya memasuki rumah, keduanya tak kuasa menahan tangis.