Selasa, 12 Mei 2026

Berita Malaysia

Dua Alquran Berusia 600 Tahun dan Dinar Emas di Kampung Aceh Malaysia Selamat dalam Banjir Bandang

tsunami kecil itu menyadarkan warga dan menyentuh para kontributor yang peduli dengan nasib masyarakat Kampung Acheh dan desa-desa sekitarnya.

Tayang:
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
sinarharian.com.my
Manajer Kamp Pusat Manajemen Kampung Aceh (KAMC), Jasni Ghani (kiri) melihat salah satu Alquran kuno di Galeri Warisan Kampung Acheh. 

SERAMBINEWS.COM – Musibah banjir bandang (kepala air) yang menyapu perkampungan penduduk di distrik Yan, Kedah, Malaysia, tak hanya menyisakan kisah duka.

Sebuah peristiwa tak biasa, tentang selamatnya dua Alquran berusia 600 tahun yang disimpan di Kampung Acheh Heritage Gallery, menjadi pelipur lara bagi penduduk di Kampung Aceh Malaysia yang sedang menghadapi bencana.

Kisah luar biasa ini diceritakan oleh Manajer Kamp Pusat Manajemen Kampung Aceh (KAMC), Jasni Ghani kepada para relawan Persatuan Acheh Zon Ampang yang datang membawa bantuan bagi korban banjir pada, Senin (30/8/2021).

Para relawan Persatuan Acheh Zon Ampang yang dipimpin oleh Dr Eko Indrajaya (Haji Man Paya Meuneng) ini datang bersama puluhan kendaraan bak terbuka yang membawa bahan makanan dan berbagai perbekalan.

Diberitakan sebelumnya, Kampung Acheh yang berada di distrik Yan Kedah, turut dihantam banjir bandang pada Rabu (18/8/2021) lalu.

Musibah banjir bandang yang menghantam beberapa kampung di Yan itu dilaporkan merenggut enam nyawa.

Mayat-mayat itu ditemukan secara terpisah dalam empat hari pencarian, di beberapa lokasi di sekitar kawasan Gunung Jerai di Yan.

Baca juga: Kampung Aceh di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, Permebam dan SUBA Galang Bantuan

50 Persen Insfrastruktur Rusak

Manajer Kampung Acheh Management Centre (KAMC), Jasni Ghani mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada Rabu (18/8/2021) lalu merusak hampir 50 persen infrastruktur di kawasan itu.

Air bah atau kepala air ikut merusak tanaman dan perkebunan warga, terutama yang tinggal di tepi sungai.

Menurut dia, dalam kejadian sekitar pukul 3 siang itu, air naik hingga lebih dari 1 meter di luar galeri Kampung Acheh Heritage yang menyimpan beberapa pusaka dan barang wairsan.

Beberapa infrastruktur di sekitar galeri ikut rusak dihantam banjir kilat.

“Yang lebih mengejutkan, aliran air deras dalam waktu 45 menit hingga satu jam setelah fenomena kepala air menyebabkan munculnya sungai baru di dekat Kampung Aceh,” kata Jasni Ghani, seperti dikutip situs berita sinarharian.com.my.

“Namun, pusaka tua peninggalan empat generasi Aceh tersimpan di Galeri Aceh, yakni dua Alquran tulisan tangan berusia 600 tahun dan satu dinar emas yang aman,” ujarnya kepada para relawan Misi Penanggulangan Banjir Lumpur di Yan pada, Senin (30/8/2021).

Baca juga: 22 Warga Aceh di Malaysia Pulang dengan Pesawat Carteran

Jasni menuturkan, hanya sedikit air yang masuk ke dalam galeri meski saat itu kawasan luar dan sekitarnya dipenuhi arus kuat dan tinggi yang bisa menenggelamkan warga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved