Breaking News:

Internasional

Inggris Bersiap Gempur ISIS di Afghanistan, Balas Serangan Roket ke Bandara Kabul

Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris bersiap melancarkan serangan udara di Afghanistan dengan target kelompok ISIS.

Editor: M Nur Pakar
AP
Sebuah pesawat F-35 lepas landas dari kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth di Laut Mediterania pada 20 Juni 2021. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris bersiap melancarkan serangan udara di Afghanistan dengan target kelompok ISIS.

Kelompok militan ini dinilai kembali bangkit kembali di Afghanistan dengan sejumlah serangan roket dan bom bunuh diri di bandara Kabul.

kata kepala RAF menyusul serangan roket di Kabul.

“Kami harus memainkan peran dalam koalisi global untuk mengalahkan ISIS," kata Kepala RAF, Marsekal Udara Sir Mike Wigston kepada Telegraph, Selasa (31/8/2021).

"Apakah itu serangan atau memindahkan pasukan atau peralatan ke negara tertentu dalam skala besar," jelasnya.

Pada Senin (30/8/2021), Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan siap menggunakan semua cara yang diperlukan untuk memerangi ISIS.

Baca juga: Inggris Siap Tampung Pasukan Khusus Afghanistan Jadi Tentara Angkatan Darat

Dia mengatakan hal itu berdasarkan analis keamanan yang memperingatkan Inggris menghadapi peningkatan tajam dalam ancaman teror.

Raab merupakan penandatangan pernyataan dari koalisi anti- ISIS yang dipimpin AS.

Dia mengatakan akan mengambil semua elemen kekuatan nasional, militer, intelijen, diplomatik, ekonomi, penegakan hukum untuk menghancurkan kelompok teror itu.

Raab mengatakan Inggris bersatu dengan mitra koalisi dan berduka atas mereka yang terbunuh oleh serangan mengerikan ISIS di bandara Kabul.

Tetapi, katanya, pihaknya tidak akan tergoyahkan untuk memerangi jaringan ISIS dengan segala cara, di manapun mereka beroperasi.

Sir Mike mengatakan jika ada kesempatan berkontribusi, maka Inggris siap untuk itu.

Baca juga: Inggris Mendapat Kritikan, Ratusan Orang Masih Tertinggal di Bandara Kabul

"Itu akan terjadi di manapun ekstremisme mengangkat kepalanya dengan ancaman langsung atau tidak langsung bagi Inggris dan sekutu," ujarnya Mike.

Disebutkan, Afghanistan mungkin salah satu bagian dunia yang paling sulit diakses, tetapi Inggris akan tetap dapat beroperasi di sana.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved