Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Jepang Tingkatkan Anggaran Pertahanan, Ingin Imbangi Perkembangan Pesat Militer China

Pemerintah Jepang akan menaikkan Anggaran Pertahanan, untuk mengimbangi perkembangan pesat militer China. Kementerian Pertahanan Jepang berupaya

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Richard Susilo
Kapal pasukan beladiri maritim Jepang (JMSDF) saat berangkat meninggalkan pelabuhan Kure Hiroshima menuju Indonesia pagi ini (26/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan menaikkan Anggaran Pertahanan, untuk mengimbangi perkembangan pesat militer China.

Kementerian Pertahanan Jepang berupaya meningkatkan anggaran tahunan yang akan menambah kenaikan untuk meningkatkan pengeluaran militer.

Dilansir AFP, Selasa (31/8/2021), rencana itu untuk melawan kekuatan yang tumbuh dari negara tetangga China.

Sejak tahun lalu, Jepang telah mengidentifikasi China sebagai ancaman keamanan nasional utamanya.

Hal itu ditunjukkan dalam makalah kebijakan Juli 2021 "rasa krisis" atas ancaman Beijing terhadap Taiwan.

Terletak dekat pulau-pulau Jepang di sepanjang tepi Laut China Timur.

Baca juga: Jepang Peringati Bom Atom Nagasaki ke-76, Wali Kota Minta Perlucutan Senjata Nuklir

Proposal anggaran kementerian, dirilis pada Selasa (31/8/2021) dengan peningkatan 2,6 persen dalam pengeluaran.

Sebuah rekor anggaran 5,48 triliun yen atau 49,93 miliar dolar AS atau Rp 709 triliun untuk tahun yang dimulai 1 April 2021.

Pejabat kementerian keuangan akan meninjau, dan dapat mengubah sebelum mengirim ke kabinet Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk disetujui.

Namun, peningkatan belanja pertahanan Jepang tidak cukup untuk mengimbangi anggaran militer China yang meningkat.

Dimana, akan meningkat 6,8 persen tahun depan dan sudah sekitar empat kali lipat dari Jepang, dan kedua setelah Amerika Serikat.

Sebaliknya, Tokyo terus membangun kekuatan yang dipersenjatai dengan peralatan terbaru.

Untuk mencegah Beijing dari tindakan militer untuk menyelesaikan sengketa teritorial atau lainnya di wilayah tersebut.

Baca juga: Perusahaan Jepang Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia

Permintaan pembelanjaan termasuk 130 miliar yen untuk 12 pesawat tempur siluman F-35 Lockheed Martin Corp.

Rmpat di antaranya akan menjadi varian short take-off dan vertical landing (STOVL) B yang beroperasi dari kapal induk yang dikonversi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved